JADIKABAR.ID, TIONGKOK – MOTU resmi memperkuat langkah ekspansi bisnisnya di industri kendaraan listrik roda dua global. Melalui gelaran akbar MOTU Sport EV Global Brand Launch 2026 yang berlangsung di The Westin Resort & Spa Nanjing, Tiongkok, pada 15-19 September 2026, MOTU merilis lini produk terbaru sekaligus menerima penghargaan bergengsi bertajuk “Asia No.1 Sporty Electric Vehicle Pioneer”. Sertifikasi ini menjadi bukti nyata kepeloporan MOTU dalam membentuk segmen SPORT EV di kawasan Asia.
Mengusung tema “Voyage – The Wind Rises”, agenda yang mencapai puncaknya pada 16 September tersebut dihadiri oleh sekitar 200 diler dan mitra strategis dari Indonesia. Kehadiran delegasi Nusantara ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pilar utama strategi pertumbuhan perusahaan di Asia Tenggara.
Perjalanan ekspansi MOTU tidak dibangun sekadar di atas angka penjualan, melainkan melalui karakter produk yang kuat. Co-Founder & General Manager MOTU Technology Group Indonesia, Li Peng, menempatkan produk sebagai fondasi paling mendasar dari sebuah brand.
“Kami percaya bahwa produk adalah fondasi dari sebuah brand. Karena itu, kami tidak hanya ingin membuat produk yang dapat digunakan, tetapi produk yang memiliki karakter, mudah dikenali, dan mampu memberikan pengalaman yang berbeda kepada penggunanya. SPORT EV adalah cara kami menerjemahkan pemikiran tersebut ke dalam produk,” ujar Li Peng.
Karakter SPORT EV (SEV) MOTU berlandaskan tiga prinsip utama: User Sync, Different, dan Superior Performance. Filosofi ini diekspresikan lewat bahasa desain futuristis yang memadukan unsur Mecha, konsep Eagle Eye, serta pendekatan Color, Material, Finish (CMF) standar racing.
Karakter desain tersebut disempurnakan oleh integrasi teknologi pintar dan performa tinggi. WGM Marketing & Direktur Operasional Retail MOTU, Devin (Yu Xin), menjelaskan bahwa teknologi MOTU dirancang untuk memberikan fungsi nyata dalam mobilitas harian pengguna.
“Kami ingin teknologi yang dikembangkan MOTU tidak hanya terlihat sebagai daftar spesifikasi. Teknologi harus dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Karena itu, kami membangun dua pendekatan utama, yaitu Super Sport Performance dan Super Intelligent System, agar performa, keamanan, kenyamanan, dan pengalaman pengguna dapat berjalan bersama,” jelas Devin.
Melalui dua pendekatan tersebut, MOTU memperkenalkan 21 teknologi utama:
- Super Sport Performance: SEV Dynamic Dashboard, Racing Headlight Protection, NOS Power Assistance, Hazard Light, ASE Simulated Racing Sound, Cyber Eagle Eye DRL, Bluetooth Audio, RGB Dynamic Lighting, 3DM Riding Modes, dan KSS Side-Stand Power Cut Protection.
- Super Intelligent System: EABS, AUTO-P, HSA, TCS, ARS One-Key Fault Repair, HDC, SBU Bluetooth Start, GPS Positioning, A-SEAT Automatic Seat, NFC Unlock, dan CCS Cruise Control.
- Sejalan dengan inovasi ini, MOTU terus meningkatkan rasio R&D mandiri secara bertahap dari 60 persen menuju 80 persen, hingga menargetkan 100 persen pengembangan teknologi secara internal.
MOTU menampilkan jajaran produk yang disesuaikan dengan berbagai segmentasi pasar:
- T Series: Menghadirkan model TT, T5, dan T6 (dengan transisi T3 dan T4 pada Oktober, serta pengembangan T Series berikutnya pada 1 November).
- M Series: Terdiri dari M3, M5, serta M5B (fase berikutnya dimulai 1 Oktober).
- O Series: Menghadirkan O2 Nailoong Edition dan O4.
- Proyeksi Mendatang: Lini ADV, X7, dan X1 diproyeksikan hadir pada Desember 2026, disusul generasi kedua SPORT EV termasuk M6 setelah Idulfitri 2027.
Wakil Direktur Utama Marketing dan Direktur Penjualan MOTU, Quan Bin, menekankan bahwa produk berkarakter membutuhkan sistem distribusi dan jaringan ritel yang sejalan.
“Produk yang memiliki karakter membutuhkan sistem yang mampu menyampaikan karakter tersebut kepada pengguna. Karena itu, kami tidak hanya membangun produk, tetapi juga memperhatikan showroom, diler, marketing, layanan purna jual, dan berbagai titik interaksi dengan konsumen. Semuanya harus menjadi bagian dari satu pengalaman brand yang konsisten,” terang Quan Bin.
Melalui MOTU SPORT EV 1:1 Showroom Experience, MOTU menghadirkan konsep terminal luring beridentitas abu-abu gelap dan signage biru bercahaya yang berfungsi sebagai ruang interaksi, tempat penyerahan unit, hingga area komunitas.
General Manager MOTU Indonesia, Mr. Roc, menegaskan pentingnya membangun sinergi jangka panjang bersama jaringan di Indonesia:
“MOTU Indonesia bukan hanya pasar untuk menjual produk, tetapi merupakan bagian penting dari perjalanan pengembangan bisnis kami di Asia Tenggara. Kami ingin para diler melihat secara langsung bagaimana MOTU dibangun, mulai dari produk, teknologi, brand, konsep retail, hingga strategi marketing. Ketika kita berbicara tentang pertumbuhan jangka panjang, kepercayaan dan pemahaman yang sama antara perusahaan dan partner menjadi sangat penting,” tegas Mr. Roc.
Karakter sporty MOTU semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan Jangkar Biru Racing Team yang melahirkan M5B Blue Anchor Limited Edition.
Mohammad Yassin Kosasih dari Jangkar Biru Racing Team menyampaikan pandangannya mengenai integrasi DNA balap ini:
“Racing bukan hanya tentang kecepatan. Di dalamnya ada disiplin, ketepatan, keberanian, konsistensi, dan semangat untuk terus berkembang. Nilai-nilai tersebut yang menurut saya menarik ketika diterjemahkan ke dalam sebuah produk. Karena itu, kolaborasi MOTU dengan Jangkar Biru bukan hanya tentang membuat sebuah edisi khusus, tetapi bagaimana semangat racing bisa menjadi bagian dari karakter produk,” ungkap Yassin.
Dari Jangkar Biru Racing Team menambahkan, “Kami melihat ada kesamaan semangat antara racing dan SPORT EV, yaitu keberanian untuk mencoba sesuatu yang berbeda dan terus mencari performa yang lebih baik. Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman yang kami miliki di dunia racing ke dalam karakter sebuah produk yang dapat digunakan lebih luas.”
Di sisi lain, MOTU merangkul segmen lifestyle melalui kolaborasi IP bersama Nailoong dalam O2 Nailoong Edition. Produk ini dirancang playful dengan ruang pijakan dan jok lebih luas, kompartemen praktis, Bluetooth speaker, serta koleksi terbatas boneka MOTU X NAILOONG.
Selain mengantongi sertifikasi pelopor SPORT EV Asia, MOTU bersiap mencatatkan rekor melalui MURI Indonesia pada November mendatang.
Pemilihan Nanjing sebagai lokasi peluncuran global juga menyimpan nilai sejarah emosional dengan Nusantara. Li Peng mengaitkan perjalanan bisnis MOTU dengan rekam jejak maritim masa lalu.
“Nanjing memiliki sejarah panjang sebagai kota yang terbuka terhadap dunia. Sekitar enam abad lalu, perjalanan Zheng He (Cheng Ho) menjadi bagian dari sejarah hubungan Tiongkok dengan berbagai wilayah di Asia, termasuk Nusantara. Hari ini, perjalanan itu hadir dalam bentuk yang berbeda. Kami membawa produk dan brand dari Nanjing menuju Indonesia, dan berharap perjalanan tersebut dapat terus membuka hubungan baru antara kedua negara,” papar Li Peng.
Ia menyoroti keterikatan historis ini dengan Kota Semarang yang memiliki status sister city dengan Nanjing. “Bagi kami, Nanjing dan Semarang bukan hanya dua nama kota. Keduanya memiliki semangat keterbukaan terhadap dunia. Karena itu, perjalanan MOTU dari Nanjing menuju Indonesia memiliki makna tersendiri.”
Menutup momentum peluncuran global di Nanjing, Li Peng menegaskan komitmen MOTU untuk tetap berdiri di atas identitasnya sendiri tanpa meniru pabrikan lain.
“Kami tidak ingin menjadi Honda-nya industri kendaraan listrik, dan kami juga tidak ingin menjadi Tesla-nya industri kendaraan roda dua. Kami hanya ingin menjadi MOTU yang unik dan tidak ada duanya,” ujar Li Peng menutup keterangannya.
Mr. Roc menambahkan bahwa kesuksesan di Nanjing adalah titik awal dari kerja keras yang sesungguhnya di Indonesia. “Tema ‘Voyage – The Wind Rises’ sangat menggambarkan perjalanan kami. Angin sudah mulai berembus, dan sekarang waktunya kami berlayar lebih jauh bersama seluruh partner MOTU di Indonesia untuk membuktikan komitmen melalui produk dan pelayanan terbaik.”













