Daerah  

Ribuan Jagung Bertongkol, Polsek Sukun: Bukti Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Gotong Royong

Ribuan Jagung Bertongkol, Polsek Sukun: Bukti Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Gotong Royong
Ribuan Jagung Bertongkol, Polsek Sukun: Bukti Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Gotong Royong

MALANG, JADIKABAR – Pemandangan hijau menghampar di kawasan Jalan Kepuh Gang IX, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ribuan batang jagung yang ditanam secara gotong royong oleh warga setempat kini mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Tanaman tersebut telah memasuki fase pembentukan tongkol, menandakan masa panen tinggal menghitung hari.

Perkembangan positif ini dipantau langsung oleh jajaran kepolisian setempat. Kanit Binmas Polsek Sukun Polresta Malang Kota, Iptu Dian W, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandungrejosari, Aiptu Yulianto, meninjau lahan pertanian seluas sekitar dua hektare pada Kamis (11/6/2026).

Kunjungan itu bukan sekadar inspeksi, melainkan wujud pendampingan berkelanjutan Polri kepada kelompok tani yang selama ini menggarap lahan produktif tersebut. Lahan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Iptu Dian menegaskan, keterlibatan Polri di sektor pertanian adalah implementasi nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, yang dimulai dari level akar rumput hingga kelurahan.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kami hadir untuk mendampingi petani, memberikan motivasi, dan memastikan kolaborasi semua pihak berjalan baik. Lahan yang tersedia harus benar-benar produktif,” ujar Iptu Dian.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian berdampak langsung pada stabilitas sosial. Jika sektor pangan kuat dan pendapatan petani meningkat, maka ketahanan ekonomi keluarga akan ikut membaik.

Dari pengamatan di lapangan, lahan jagung seluas dua hektare ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 30 ton jagung tongkol segar saat panen nanti. Sementara jika dipipil dan dikeringkan, hasilnya diperkirakan mencapai 14 hingga 18 ton, tergantung kondisi cuaca dan produktivitas tanaman.

Sementara itu, Aiptu Yulianto menjelaskan bahwa keberhasilan tanaman jagung hingga memasuki fase bertongkol tidak lepas dari perawatan rutin yang dilakukan bersama para petani.

“Kami bersama petani melakukan pemupukan susulan, penyiangan gulma, pengaturan drainase, penggemburan tanah, hingga pemantauan hama dan penyakit tanaman. Perawatan intensif ini penting agar pertumbuhan jagung tetap optimal hingga masa panen,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang intens antara petani dan pendamping lapangan menjadi kunci utama menjaga produktivitas tanaman. Melihat kondisi tanaman yang sehat dan pertumbuhan yang merata, para petani kini semakin optimistis menyambut musim panen.

Kolaborasi antara Polri dan warga tani ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui sinergi nyata di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Kota Malang.

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *