Jadikabar.id || Puluhan SMP Negeri di Kabupaten Tulungagung kembali membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gelombang II pada Rabu, 1 Juli 2026. Langkah ini ditempuh karena sejumlah sekolah belum memenuhi kuota siswa pada gelombang pertama yang berakhir 27 Juni lalu. Dari sekitar 11 ribu lulusan SD/MI tahun ini, tercatat lebih dari sepuluh ribu lebih siswa sudah mendaftar melalui empat jalur penerimaan. Namun, masih terdapat sekolah yang jumlah pendaftarnya sangat rendah, bahkan ada yang hanya menerima kurang dari 10 siswa.
SMP Negeri 1 Atap Sendang menjadi salah satu sekolah dengan peminat paling sedikit, hanya dua pendaftar. Kondisi serupa juga terlihat di SMP Negeri 2 Pucanglaban yang baru menerima sembilan pendaftar.
Situasi ini membuat Dinas Pendidikan Tulungagung membuka kembali pendaftaran khusus gelombang II untuk sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota. Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, menegaskan bahwa gelombang kedua hanya berlangsung satu hari, tepatnya 1 Juli 2026, dan ditutup pada pukul 23.59 WIB pada dari dan tanggal yang sama.
Menurut Rifka, kesempatan ini menjadi peluang terakhir bagi siswa yang belum diterima di gelombang pertama sekaligus menutup kekurangan kuota di sekolah yang masih sepi peminat. Ia mengimbau orang tua agar tidak hanya berfokus pada sekolah tertentu, melainkan juga mempertimbangkan sekolah di sekitar domisili yang masih memiliki daya tampung.
“Kami mengimbau orang tua/wali murid untuk tidak hanya fokus pada sekolah tertentu saja, tetapi juga mempertimbangkan sekolah-sekolah di sekitar domisili yang masih memiliki daya tampung”, ungkapnya pada Rabu 1 Juli 2026
Dirinya sebagai salah satu pejabat yang sangat memahami tentang penerimaan siswa baru, juga menekankan bahwa seluruh SMP Negeri di Tulungagung memiliki standar mutu dan tenaga pendidik yang sama berkualitas, sehingga tidak ada istilah sekolah unggulan maupun sekolah pinggiran.
Selain itu, ia juga berharap agar tidak ada lagi anak di Tulungagung yang putus sekolah. Langkah membuka gelombang kedua ini sekaligus menunjukkan komitmen Dinas Pendidikan dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak
“Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan hanya karena terlambat mendaftar atau faktor lain,” tambahnya penuh harap.
Sebagaimana diketahui, pada gelombang pertama terdapat empat SMP negeri dengan jumlah pendaftar yang sangat minim. Selain SMP Satu Atap Sendang dan SMP 2 Pucanglaban, juga SMP 2 Ngantru dengan tujuh pendaftar serta SMP 2 Rejotangan yang hanya menerima delapan pendaftar. Dengan dibukanya gelombang kedua, diharapkan seluruh sekolah dapat memenuhi kuota dan memberikan kesempatan adil bagi calon siswa untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri. (Malik)













