Jadikabar.id || MAGELANG – Ruang perpustakaan SMP Negeri 1 Tegalrejo, Kabupaten Magelang, mengalami kebakaran pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi di sekolah yang berada di Jalan Magelang-Kopeng Km 11,4, Kecamatan Tegalrejo, tersebut menghanguskan sejumlah fasilitas dan koleksi buku.
Kepala SMPN 1 Tegalrejo, Sunarto, mengatakan dirinya menerima informasi mengenai kebakaran dari seorang staf tata usaha sekitar pukul 02.45 WIB. Saat itu, staf tersebut berada di lokasi sekolah.
Menurut Sunarto, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sekolah masih normal sekitar pukul 00.30 WIB. Kebakaran diduga mulai terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 01.15 WIB dan sementara diperkirakan berkaitan dengan korsleting listrik.
“Ketika ditelepon, saya sempat tanya bahwa (staf) menceritakan jam 00.30 WIB belum terjadi apa-apa. Kira-kira jam 01.00-01.15 WIB diperkirakan korsleting listrik,” ujar Sunarto saat ditemui di lokasi, Selasa (29/9/2026).
Mendapat kabar tersebut, Sunarto yang berada di Payaman langsung menuju sekolah. Ketika tiba di lokasi, petugas pemadam kebakaran telah melakukan penanganan. Sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan, masing-masing dari Tegalrejo, Secang, dan Bandongan.
Sunarto menjelaskan, ruangan yang terbakar sebenarnya merupakan salah satu dari dua ruang perpustakaan yang dimiliki sekolah. Namun, selama sekitar satu setengah bulan terakhir, ruangan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara akibat adanya kegiatan revitalisasi.
Akibat kebakaran, berbagai barang yang berada di dalam ruangan ikut terdampak. Selain meja dan kursi untuk satu kelas yang berkapasitas 32 siswa, sejumlah buku yang sebelumnya disimpan di ruangan tersebut juga terbakar.
“Semua yang ada di ruangan tersebut terbakar. Kursi kayu satu kelas, satu kelas itu untuk 32 siswa,” jelasnya.
Tidak hanya ruang utama, bagian lain yang digunakan untuk menyimpan buku juga terdampak kebakaran. Menurut Sunarto, jumlah koleksi buku yang tersimpan cukup banyak lantaran kapasitas gudang sekolah tidak mampu menampung seluruh buku.
Sebagian buku masih menyisakan bentuk fisik maupun tulisan, tetapi mengalami kerusakan akibat terbakar.
Terkait kerugian, Sunarto memperkirakan nilai barang dan buku yang rusak, di luar kerusakan bangunan, mencapai sekitar Rp250 juta. Sementara apabila kerusakan bangunan turut diperhitungkan dan membutuhkan perbaikan atau rehabilitasi, total kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta lebih.
“Kalau tanpa bangunan itu bisa mencapai Rp250 juta, sama buku-buku. Kalau total dengan bangunan rusak total semua, kalau suatu saat direhab ya perkiraan bisa Rp400-an juta,” pungkas Sunarto.
Abrian Tamtama













