Gigantik 2026 ITN Malang Resmi Dimulai, Rektor Tekankan Pentingnya Proses dan Perjuangan

Gigantik 2026 ITN Malang Resmi Dimulai.

Malang, JadiKabar. Id– Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menyambut ratusan mahasiswa baru melalui pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gigantik 2026. Mengusung tema “Berdaya, Berkarya, dan Berdampak”, kegiatan tersebut berlangsung semarak di halaman Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Rabu (2/9/2026).

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, pembukaan Gigantik tahun ini dikemas secara terbuka dengan konsep outdoor. Panggung utama menjadi pusat kegiatan yang dipadukan dengan pertunjukan tarian Nusantara dari siswa SMA Nasional Malang serta parade karya dan inovasi dari berbagai program studi.

Antusiasme mahasiswa baru semakin terasa seiring meningkatnya jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka merupakan bagian dari mahasiswa baru angkatan Abhyasa 57 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejumlah mahasiswa datang dari luar negeri, di antaranya Malaysia dan Timor Leste.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk menempa kemampuan, membangun karakter, sekaligus mengembangkan keberanian untuk meraih prestasi.

Ia meminta para mahasiswa tidak larut dalam keraguan maupun rasa tidak percaya diri. Menurutnya, keputusan meninggalkan daerah asal untuk menempuh pendidikan tinggi merupakan langkah awal menuju perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan.

“Semangat bersiap menyambut kehidupan baru kalian! Anda datang dari jauh untuk menuntut ilmu dan meraih kesuksesan bersama ITN Malang. Mungkin ada keraguan dan ketidakpercayaan diri, tetapi hari ini Anda berdiri dengan tekad bulat untuk berprestasi,” tegasnya.

Awan menekankan, keberhasilan di perguruan tinggi tidak dapat diraih secara instan. Mahasiswa harus memiliki kemandirian, daya juang, serta ketahanan mental untuk menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses pendidikan.

“Jadikan semuanya sebagai amunisi untuk berhasil. Tidak ada keberhasilan tanpa proses, tidak ada keberhasilan tanpa sakit, dan tidak ada keberhasilan tanpa usaha sungguh-sungguh. Kegagalan itu hal biasa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan perbedaan daerah asal sebagai sekat dalam kehidupan kampus. Seluruh mahasiswa, kata dia, kini menjadi bagian dari satu keluarga besar ITN Malang.

“Di ITN Malang, tidak ada lagi ‘saya dari Papua’, ‘saya dari Malang’, atau ‘dari Sulawesi, NTB, NTT’. Anda semua adalah keluarga besar ITN Malang. Jadikan kampus ini sebagai rumah kedua kita bersama,” lanjutnya.

Selain mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan membangun jejaring, Rektor juga memberikan target agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan ditargetkan mampu meraih kelulusan dalam waktu 3,5 tahun.

Ketua Pelaksana PKKMB Gigantik 2026, Ida Soewarni, ST., MT., mengatakan konsep pembukaan secara outdoor sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana penyambutan yang lebih segar sekaligus memberikan pengalaman pertama yang berkesan bagi mahasiswa baru.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah parade 11 program studi. Masing-masing prodi hadir bersama Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus menampilkan berbagai karya dan prestasi mahasiswa.

Beragam inovasi ditampilkan dalam parade tersebut, mulai dari maket jembatan hingga berbagai prototipe teknologi. Para mahasiswa senior juga menunjukkan sejumlah capaian yang telah mereka raih selama berkuliah di ITN Malang.

“Ini bukti nyata kreativitas kakak tingkat yang ditunjukkan langsung di depan adik-adiknya. Jadi mahasiswa baru tidak perlu ragu dengan pilihan prodinya,” kata Ida.

Ia memastikan pelaksanaan Gigantik 2026 tetap mengedepankan prinsip edukatif, humanis, serta jauh dari kegiatan yang berpotensi membebani mahasiswa baru secara fisik.

Menurut Ida, tugas-tugas yang diberikan kepada peserta juga dirancang secara kreatif dan dilaksanakan melalui platform daring. Selain itu, mahasiswa baru akan mendapatkan berbagai materi pembekalan, termasuk edukasi mengenai pencegahan perundungan atau bullying.

“Untuk tugas Gigantik tidak ada yang memberatkan, semuanya berbasis online untuk memfasilitasi kreativitas maba. Nanti juga ada materi-materi di aula salah satunya materi anti-bullying,” jelasnya.

ITN Malang juga menyiapkan pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan psikologis. Tim PPKPT kampus diperkuat dengan tenaga psikolog untuk memberikan layanan pendampingan dan konseling.

“ITN Malang punya tim PPKPT yang diperkuat langsung oleh psikolog kampus untuk pendampingan dan konseling. Kami pastikan tidak ada kekerasan,” tegas Ida.

Rangkaian Gigantik 2026 berlangsung selama empat hari dengan agenda yang disusun untuk membantu mahasiswa baru mengenal kehidupan akademik, organisasi, lingkungan kampus, sekaligus membangun karakter dan kemampuan bekerja sama.

Pada hari pertama dan kedua, kegiatan dipusatkan di Aula Kampus 1. Mahasiswa baru akan mendapatkan materi mengenai wawasan kebangsaan dan sistem pendidikan tinggi yang disampaikan Plt. Dirjen Diktiristek Prof. Dr. Ir. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Materi lainnya meliputi Bela Negara oleh Mayor Inf Amrullah, S.Sos., M.AP., literasi keuangan bagi generasi Z bersama Bank BTN, edukasi kesehatan dari BRI Medika, serta etika digital dan kecerdasan buatan (AI) bersama Indosat.

Mahasiswa juga dibekali materi mengenai kesehatan mental Gen Z yang disampaikan psikolog Hilda Rosa Ainiyah, S.Psi., M.Psi. Rangkaian kegiatan hari pertama dan kedua turut dimeriahkan dengan pameran organisasi mahasiswa melalui agenda UKM Expo.

Memasuki hari ketiga, kegiatan bergeser ke Kampus 2 Karanglo. Para mahasiswa baru mengikuti kegiatan outbound team building yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Hari ketiga ditutup dengan prosesi penutupan sekaligus pelepasan atribut resmi mahasiswa baru oleh Rektor ITN Malang.

Sementara itu, hari keempat diisi dengan kegiatan di tingkat fakultas dan program studi. Mahasiswa baru akan mendapatkan penyambutan serta pengenalan lebih dekat terhadap lingkungan akademik masing-masing, baik di Fakultas Teknologi Industri (FTI) maupun Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP).

Rangkaian Gigantik 2026 kemudian ditutup dengan Parent Gathering yang digelar secara daring sebagai ruang komunikasi antara kampus dan orang tua mahasiswa baru.

Melalui rangkaian tersebut, ITN Malang tidak hanya ingin memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan semangat untuk berani berkembang, menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif selama menjalani perjalanan akademiknya.

.

Penulis: Irfan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *