Daerah  

Pakasa Malang Raya Hadiri Prosesi Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV

K.R.A. Dwi Indro Tito Cahyono, S.H., M.M. Ketika Mengikuti Prosesi Kegiatan.

SOLO, JadiKabar. Id— Puluhan anggota Paguyuban Abdi Dalem Keraton Surakarta (Pakasa) Malang Raya menghadiri prosesi Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV yang berlangsung di Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo.

Rombongan Pakasa Malang Raya yang dipimpin langsung oleh Ketua Pakasa Malang Raya, K.R.A. Dwi Indro Tito Cahyono, S.H., M.M. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan selamat atas jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV sebagai penguasa Keraton Surakarta Hadiningrat.

Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana sakral dan khidmat. Ratusan anggota Pakasa dari berbagai daerah turut hadir di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat untuk mengikuti sekaligus menyaksikan rangkaian acara jumeneng Dalem.

Sejak pagi, suasana di lingkungan keraton telah dipenuhi para abdi dalem, anggota Pakasa, tamu undangan, serta para pemerhati budaya Jawa. Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari.

Seluruh rangkaian prosesi berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Nuansa adat dan tradisi Jawa begitu terasa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Para peserta mengikuti setiap tahapan acara dengan penuh penghormatan, sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi Pakasa Malang Raya, kehadiran dalam prosesi tersebut bukan sekadar menghadiri sebuah kegiatan seremonial. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk nyata penghormatan kepada Keraton Surakarta Hadiningrat sekaligus bagian dari komitmen untuk terus menjaga hubungan antara para pemerhati dan pelestari budaya Jawa di Malang Raya dengan lingkungan keraton.

Ketua Pakasa Malang Raya, K.R.A. Dwi Indro Tito Cahyono, S.H., M.M., mengatakan kehadiran rombongan Pakasa Malang Raya dalam acara Mangayubagya Jumeneng Dalem juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga besar Pakasa dari berbagai daerah.

Menurutnya, pertemuan dalam momentum budaya seperti ini memberikan kesempatan bagi anggota Pakasa untuk saling bertemu, berkomunikasi, serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan kegiatan pelestarian budaya Jawa.

Selain itu, kehadiran anggota Pakasa dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya Jawa masih tumbuh dan mendapat perhatian dari masyarakat. Tradisi, unggah-ungguh, kesenian, bahasa, hingga berbagai nilai luhur yang terkandung dalam budaya Jawa terus diupayakan untuk dipertahankan agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Keikutsertaan Pakasa Malang Raya dalam prosesi Mangayubagya ini selain sebagai bentuk penghormatan, juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga besar Pakasa dari berbagai daerah. Kami ingin terus ikut menjaga dan melestarikan budaya Jawa,” ujar K.R.A. Dwi Indro Tito Cahyono, pada Sabtu (5/9/2026).

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan agar generasi muda tetap mengenal dan memahami akar budaya serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Keberadaan Pakasa menjadi salah satu wadah bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan Jawa untuk terus berkomunikasi, berkegiatan, dan menjaga hubungan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat, imbuhnya.

Lebih lanjut ia juga menerangkan, bahwa dalam konteks budaya Jawa, istilah Mangayubagya Jumeneng Dalem secara sederhana dapat dimaknai sebagai turut memberikan ucapan selamat, doa, serta penghormatan atas jumeneng Dalem atau naik takhtanya seorang raja. Dalam hal ini, Mangayubagya ditujukan kepada SISKS Pakubuwono XIV.

“Kehadiran para anggota Pakasa Malang Raya dalam prosesi tersebut sekaligus memperlihatkan adanya hubungan budaya yang tetap terjaga antara masyarakat di daerah dengan Keraton Surakarta Hadiningrat”, tandasnya.

Salah satu peserta K. R. A Muhammad Nuh menambahkan, bahwa momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyaksikan langsung prosesi adat keraton, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami dan menghayati berbagai tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini.

“Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib hingga selesai. Para anggota Pakasa Malang Raya kemudian berbaur dengan anggota Pakasa dari daerah lain dalam suasana penuh kekeluargaan”, tambahnya .

Kehadiran Pakasa Malang Raya diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan silaturahmi dengan Keraton Surakarta Hadiningrat serta sesama pemerhati dan pelestari budaya Jawa. Semangat tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan kebudayaan di Malang Raya maupun daerah lainnya.

Dengan demikian, keikutsertaan Pakasa Malang Raya dalam Mangayubagya Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen bersama untuk melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

Pada akhir acara, para peserta jumeneng di hibur dengan tarian kebesaran, dan sakral asal keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang hanya di pentaskan, saat penobatan serta peringatan, kenaikan takhta ( tinggalan dalem jumeneng) raja Kasunanan Surakarta.

Penulis: Irfan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *