Malang ,jadKabar.id– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat aparat di wilayah Kabupaten Malang meningkatkan kewaspadaan. Polres Malang memperkuat pemantauan di kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak ke wilayah Malang.
Kebakaran diketahui terjadi di kawasan Lembah Watangan Bukit Pengol, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Hingga Jumat (11/9/2026) siang, sejumlah titik api masih terpantau di kawasan tersebut.
Menyikapi kondisi itu, personel Polsek Poncokusumo bersama Koramil, petugas TNBTS, Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas melakukan pemantauan secara intensif. Petugas juga membantu penanganan apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas.
Sekitar 25 personel dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Penanganan dilakukan dengan memanfaatkan peralatan sederhana, mulai dari sekop, garu hingga pompa punggung. Di sejumlah titik, petugas juga menggunakan dahan basah untuk memukul bara api serta menyemprotkan air.
Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, kesiapsiagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran yang berada di wilayah Probolinggo tidak meluas hingga Kabupaten Malang.
“Personel terus memantau perkembangan situasi di kawasan Jemplang. Kami melakukan langkah antisipasi agar api tidak masuk ke wilayah Kabupaten Malang sekaligus menjaga keamanan masyarakat,” ujar Budiono, Jumat (11/9/2026).
Pengawasan dilakukan dari Pos Jemplang dan Pos Coban Trisula yang berada di Desa Ngadas. Polisi bersama petugas terkait secara berkala mengecek kondisi kawasan serta berkoordinasi untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pergerakan titik api.
Dalam pemantauan tersebut, petugas menemukan indikasi sejumlah titik panas di sekitar kawasan Ngadas. Tim kemudian melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan apakah titik tersebut berkaitan dengan kebakaran atau tidak.
Budiono meminta masyarakat tidak mendekati kawasan yang sedang terbakar maupun lokasi yang menjadi titik penanganan petugas. Masyarakat juga diminta segera memberikan informasi apabila melihat asap tebal ataupun api di sekitar kawasan hutan.
“Kami meminta masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran karena situasinya bisa berubah sewaktu-waktu. Jika melihat api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas,” katanya.
Dampak karhutla juga berimbas pada aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Jalur wisata melalui pintu Jemplang dari arah Malang ditutup sementara secara total. Penutupan juga diberlakukan di kawasan Savana Lembah Watangan yang menjadi salah satu lokasi terdampak.
Sementara itu, akses wisata dari Cemorolawang, Probolinggo, dan Wonokitri, Pasuruan, masih dapat digunakan dengan pembatasan. Wisatawan yang masuk melalui kedua jalur tersebut hanya diperbolehkan beraktivitas hingga kawasan Laut Pasir.
Polres Malang turut mengingatkan wisatawan agar tidak menerobos kawasan yang telah ditutup demi keselamatan.
“Kami mengimbau wisatawan mematuhi pembatasan yang diberlakukan dan tidak memaksakan diri masuk ke kawasan yang ditutup. Ikuti selalu informasi resmi serta arahan petugas,” imbuh Budiono.
Polres Malang memastikan pengawasan di kawasan Poncokusumo akan terus dilakukan selama kondisi karhutla masih berpotensi berkembang. Koordinasi dengan TNBTS, TNI, Manggala Agni dan unsur masyarakat juga diperkuat untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
“Kesiapsiagaan dan koordinasi akan terus kami lakukan. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan api agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.













