NIAS UTARA, JADIKABAR.ID – Persoalan infrastruktur kembali menjadi salah satu aspirasi yang mengemuka dalam kegiatan Reses I Tahun Sidang III 2026–2027 Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Ir. Agustinus Zega, di Desa Maziaya, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat dan pemerintah kecamatan menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari warga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan dan kualitas jalan penghubung utama dari Gunungsitoli menuju Kecamatan Lotu.
Bagi pemerintah Kecamatan Lotu, akses tersebut bukan sekadar jalur transportasi. Jalan penghubung itu juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Camat Lotu menyampaikan harapan agar kondisi dan kualitas jalan penghubung tersebut terus mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan di tingkat provinsi.
“Jalan penghubung dari Gunungsitoli menuju Kecamatan Lotu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kami berharap infrastruktur jalan ini terus diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya agar konektivitas ekonomi tetap terjaga,” ujar Camat Lotu.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam agenda reses yang memang menjadi ruang bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat di daerah pemilihan.
Agustinus Zega, anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil VIII, hadir untuk menyerap berbagai masukan masyarakat di wilayah Nias Utara. Dapil VIII DPRD Sumut mencakup wilayah kepulauan Nias, termasuk Kabupaten Nias Utara.
Dalam sambutannya, Agustinus menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi hal yang akan diperjuangkan melalui fungsi dan kewenangannya sebagai legislator tingkat provinsi.
“Pembangunan merupakan harga mati yang harus kita perjuangkan bersama-sama demi kemajuan masyarakat Nias,” tegas Agustinus.
Menurutnya, pemerataan pembangunan perlu terus didorong agar kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan juga mendapat perhatian dalam proses pembangunan daerah.
Kehadiran Agustinus disambut oleh Pemerintah Desa Maziaya. Kepala Desa Maziaya mengapresiasi pelaksanaan reses yang mempertemukan masyarakat secara langsung dengan wakilnya di DPRD Sumatera Utara.
Pertemuan tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan di tingkat daerah.
Sementara itu, perwakilan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nias Utara, Fotani Zega, mengingatkan masyarakat yang hadir agar aspirasi yang disampaikan dapat diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas.
Ia berharap usulan masyarakat tidak berhenti sebagai penyampaian dalam forum, tetapi dapat dirumuskan secara jelas sehingga lebih mudah ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan pembangunan.
Reses tersebut juga dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Berbagai masukan yang dihimpun dalam pertemuan selanjutnya akan menjadi bahan bagi Agustinus dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara.
Aspirasi masyarakat nantinya akan dibawa melalui mekanisme pembahasan di DPRD Sumatera Utara, terutama berkaitan dengan program dan penganggaran pembangunan daerah.
Bagi masyarakat Kecamatan Lotu, persoalan jalan menjadi salah satu kebutuhan yang memiliki dampak langsung. Kualitas akses transportasi berkaitan dengan mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi sehari-hari.
Karena itu, melalui forum reses tersebut, harapan masyarakat kini tercatat sebagai bagian dari aspirasi pembangunan yang akan dibawa ke tingkat provinsi.
Dari Desa Maziaya, satu pesan yang kembali mengemuka: pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun jalan, tetapi memastikan konektivitas tetap menjadi penggerak aktivitas masyarakat Nias Utara.













