Berita  

Lestarikan Warisan Leluhur, Masyarakat Tigo Luhah Permanti Gelar Kenduri Sko

Lestarikan Warisan Leluhur, Masyarakat Tigo Luhah Permanti Gelar Kenduri Sko
Foto Istimewa Lestarikan Warisan Leluhur, Masyarakat Tigo Luhah Permanti Gelar Kenduri Sko

KERINCI, JADIKABAR – Semangat melestarikan adat dan budaya terus dijaga masyarakat Kerinci. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan tradisi tahunan Kenduri Sko Tigo Luhah Permanti Yang Berenaam yang dipusatkan di dua desa, yakni Desa Air Hangat dan Baru Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah elemen masyarakat, tokoh adat, serta para pemangku kepentingan setempat turut hadir dan mengambil bagian dalam tradisi yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Kerinci tersebut.

Kenduri Sko bukan hanya dipandang sebagai kegiatan adat yang dilaksanakan secara turun-temurun. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan para leluhur.

Melalui pelaksanaan Kenduri Sko, masyarakat Tigo Luhah Permanti kembali diingatkan akan pentingnya menjaga adat, pusako, serta nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kerinci. Tradisi tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai budaya kepada generasi muda agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Mengusung pesan “Membangkitkan Adat Lamo, Pusako Usang”, Kenduri Sko tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan dan modernisasi tidak seharusnya membuat masyarakat melupakan akar budaya yang telah diwariskan sejak dahulu.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh generasi untuk kembali memahami makna adat dan pusako sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menjaga tradisi, masyarakat tidak hanya mempertahankan sebuah ritual, tetapi juga merawat nilai, sejarah, dan identitas yang terkandung di dalamnya.

Kenduri Sko juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat. Pertemuan antara tokoh adat, masyarakat, dan generasi muda menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial sekaligus membuka ruang bagi pewarisan pengetahuan adat secara langsung.

Bagi masyarakat Tigo Luhah Permanti, keberlangsungan Kenduri Sko menjadi simbol bahwa warisan leluhur masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan modern. Tradisi tersebut diharapkan terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan semangat “Membangkitkan Adat Lamo, Pusako Usang”, masyarakat Kerinci kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga adat dan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri daerah.

Penulis: HarpaiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *