Malang, JadiKabar.id – Sebanyak 66 guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Malang mengikuti diseminasi peningkatan kompetensi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mendampingi perkembangan murid, mulai dari menggali potensi, membangun karakter, hingga membantu menghadapi persoalan emosional dan sosial.
Program yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bekerja sama dengan UPT/Ditjen GTK tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di tingkat sekolah dasar.Melalui kegiatan ini, guru didorong untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memahami kebutuhan perkembangan setiap murid secara menyeluruh.
Kegiatan secara resmi dibuka Kepala Bidang Tenaga Teknis Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Syamsul Arifin. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya peran pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan karakter dan kesehatan emosional anak.
Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mengenali potensi murid sekaligus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Tujuh kompetensi yang diperkuat meliputi kemampuan mengenali potensi murid, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi atau ketangguhan, menjaga konsistensi, menjalin koneksi, membangun kolaborasi, serta menata situasi belajar yang kondusif.
Melalui penguatan tersebut, guru diharapkan mampu membantu murid memahami kelebihan dan kekurangan diri, mengembangkan kemampuan mengatasi masalah, serta membangun hubungan sosial yang positif di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada kebutuhan pendidikan yang semakin menekankan pentingnya sekolah sebagai ruang aman, nyaman, dan ramah bagi perkembangan anak.
Hal ini sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 dan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, yang menjadi landasan penguatan peran pendidik dalam mendukung perkembangan murid.
Dalam penerapannya, layanan pendampingan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru BK, tetapi juga melibatkan guru kelas dan guru mata pelajaran melalui peran sebagai Guru Wali.
Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, kegiatan diselenggarakan menggunakan metode hybrid yang memadukan pembelajaran mandiri melalui LMS Ruang GTK dengan sesi tatap muka.
Pola tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam materi secara mandiri sekaligus memperoleh pengalaman praktik dalam menerapkan layanan BK sesuai dengan kondisi dan kebutuhan murid di sekolah masing-masing.
Syamsul Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat kerja sama antarguru serta mendorong terbentuknya komunitas belajar yang berkesinambungan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarpendidik serta membangun komunitas belajar yang berkelanjutan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang,” ujar Syamsul Arifin, Selasa (29/9/2026).
Dengan peningkatan kompetensi tersebut, guru diharapkan semakin siap memberikan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan kepada murid.
Upaya ini sekaligus menjadi langkah untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, tangguh, serta mampu mengembangkan potensi diri dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.













