Jadikabar.id || MAGELANG – (Jumat,04/09/2026) Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,4 yang berpusat di wilayah tenggara Cilacap, Jawa Tengah, turut dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Magelang, Jumat (4/9/2026) siang.
Getaran gempa bahkan dirasakan warga saat tengah duduk. Sejumlah warga mengaku merasakan kursi bergoyang selama beberapa detik, sementara warga lainnya melihat benda di dalam rumah ikut bergerak.
Salah seorang warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Nihayah, mengatakan dirinya awalnya merasakan kursi yang didudukinya bergoyang.
“Tadi saya sedang duduk di kursi, tiba-tiba kursi sedikit goyang. Goyangnya lumayan lama, sekitar beberapa detik. Saya mikirnya, ‘gempa ini, oh ternyata benar’,” kata Nihayah kepada JadiKabar.com, Jumat (4/9/2026).
Untuk memastikan apa yang terjadi, Nihayah kemudian mengecek informasi melalui media sosial X.
Ia mendapati informasi mengenai gempa berkekuatan M5,4 yang berpusat di wilayah Cilacap.
Pengalaman serupa dirasakan Nikita, seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Magelang. Saat gempa terjadi, ia melihat sebuah galon berisi air bergerak.
“Saya tadi lagi duduk melihat galon itu goyang-goyang,” ujar Nikita.
Getaran juga dirasakan Fitri, ASN Pemkab Magelang lainnya. Ia mengaku merasakan kursi yang didudukinya bergoyang hingga kemudian mengecek informasi melalui telepon seluler.
“Pas duduk di kursi kok merasakan goyang-goyang. Terus saya buka handphone, ternyata gempa di Cilacap,” kata Fitri.
Gempa Berpusat di Laut Tenggara Cilacap
Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 12.04.59 WIB.
Gempa berkekuatan M5,4 tersebut berlokasi pada koordinat 8,42 derajat Lintang Selatan dan 109,02 derajat Bujur Timur. Episenter gempa berada di laut, sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Getaran tercatat pada skala III MMI di Kebumen, Bantul, Cilacap, dan Kulonprogo. Sementara Pangandaran tercatat II-III MMI, serta Sleman dan Pacitan II MMI.
BMKG juga menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut di wilayah Magelang.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Abrian Tamtama













