Malang, JadiKabar. Id– Prestasi membanggakan diraih Eka Maretyaningsih Agung Purwanti. Mahasiswi Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) itu telah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum resmi mengikuti prosesi wisuda.
Eka merupakan lulusan terbaik Program Studi Teknik Kimia S-1 pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,73.
Menariknya, capaian akademik tersebut berjalan beriringan dengan langkah awalnya memasuki dunia profesional. Eka kini bergabung dengan Synergy Risk Management Consultant di Balikpapan sebagai Assistant Project Quantitative Risk Assessment (QRA), perusahaan yang disebut merupakan anak perusahaan PT Pertamina.
Kesempatan tersebut diperolehnya setelah mendapat rekomendasi dari dosen Teknik Kimia ITN Malang. Dalam proses seleksi yang dilakukan secara daring, Eka diminta menunjukkan kemampuan teknis, terutama dalam memahami Process Flow Diagram (PFD) serta membaca Piping and Instrumentation Diagram (P&ID).
Kemampuan yang selama ini diperolehnya selama menempuh pendidikan di ITN Malang menjadi modal penting dalam proses tersebut.
“Saya bertugas membaca P&ID. Setelah dievaluasi dan di-cross check, hasilnya dikirim ke tim. Pihak perusahaan senang karena itu saya bisa langsung masuk dan bekerja,” jelas Eka, Senin (14/9/2026).
Di balik pencapaian tersebut, perjalanan Eka selama menjadi mahasiswa tidak selalu mudah. Berasal dari keluarga sederhana, ayahnya, Agung Wahyudi, bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibunya, Suparti, bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Eka sendiri menempuh pendidikan melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selama berada di Malang, ia tinggal di rumah kerabatnya di kawasan Sawojajar.
Kondisi ekonomi keluarga tidak membuat Eka kehilangan semangat untuk berkembang. Sebaliknya, keterbatasan tersebut justru menjadi dorongan untuk memaksimalkan kesempatan yang dimilikinya selama berada di bangku kuliah.
Ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) dan dipercaya menjadi asisten Laboratorium Mikrobiologi. Tidak berhenti di kegiatan organisasi dan akademik, Eka juga tercatat berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) pada 2023.
Dalam program tersebut, ia terlibat dalam penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) sebagai biokatalis dalam pembuatan biodiesel.
Pengalaman penelitian itu kemudian semakin berkembang ketika Eka mengerjakan tugas akhirnya. Ia mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Variasi Elektroda Karbon terhadap Kinerja Baterai Air Garam Berbasis Elektroda Magnesium-Karbon.”
Dari penelitian tersebut, Eka mengembangkan rancangan lentera berbasis baterai air garam yang memanfaatkan energi alternatif. Gagasan itu muncul dari keinginannya menghadirkan sumber penerangan yang sederhana dan relatif terjangkau bagi masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.
“Ide dasarnya ingin membuat alat penerangan yang ekonomis dan mudah dijangkau untuk masyarakat daerah pesisir, karena kalau beli alat komersial harganya cukup mahal,” tuturnya.
Dalam pengerjaannya, Eka mendapatkan pendampingan dari Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., MM. dan F. Endah Kusumaratini, S.Si., M.Kes. Sementara aspek teknis elektro mendapat bimbingan dari Dr. Michael Ardita, ST., MT.
Proyek tersebut juga menjadi contoh kolaborasi lintas bidang di lingkungan ITN Malang karena melibatkan keilmuan Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.
Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan larutan natrium klorida (NaCl) berkonsentrasi 3,5 persen. Eka bersama tim juga melakukan variasi pada elektroda karbon serta penggunaan komponen pendukung seperti current collector berbahan kawat tembaga dan stainless steel mesh untuk memperoleh performa listrik yang lebih stabil.
Kesibukannya mempersiapkan karier ternyata sempat membuat Eka mempertimbangkan untuk tidak menghadiri wisuda yang dijadwalkan pada 19 September 2026.
Pertimbangan tersebut bukan karena ia tidak menganggap penting momentum wisuda. Ia sempat berencana mengalokasikan biaya wisuda untuk kebutuhan tempat tinggal selama menjalani masa awal internship di Jakarta.
“Rencananya, alokasi uang wisuda ingin saya alihkan untuk biaya sewa kamar kos di Jakarta karena awal magang internship di Jakarta. Alhamdulillah, pihak Prodi Teknik Kimia ITN Malang memberikan bantuan. Perusahaan juga sudah memberi izin penuh agar saya bisa hadir di hari bahagia nanti,” ungkapnya.
Bagi Eka, perjalanan dari mahasiswa penerima KIP Kuliah hingga memperoleh kesempatan bekerja di bidang konsultasi risiko menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.
Kerja keras di bidang akademik, pengalaman organisasi, penelitian, serta kemampuan teknis yang dibangun selama kuliah akhirnya menjadi bekal untuk melangkah ke dunia profesional.
Kisah Eka sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan dapat terbuka ketika kemampuan terus diasah dan setiap proses pendidikan dimanfaatkan secara maksimal.













