10 Calon Berebut Kursi BPD: Susilo, Kader Provost Banser Jatim Unggul 12 Suara

Avatar photo

Jadikabar.id || Tulungagung, jadikabar.com – Semangat demokrasi di tingkat desa begitu terasa di Desa Bantengan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Bertempat di Balaidesa setempat, warga melaksanakan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk masa bakti 2026-2034 pada Selasa 8 September 2026.

Proses pemilihan berlangsung tertib dan demokratis. Warga dari beberapa dusun hadir memberikan hak pilihnya untuk menentukan wakil mereka yang akan duduk di kursi BPD selama delapan tahun ke depan. BPD sendiri memiliki peran strategis sebagai mitra kerja Kepala Desa dalam membahas dan mengesahkan berbagai kebijakan desa, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Salah satu yang paling menyita perhatian dalam pemilihan kali ini adalah kontestasi di wilayah keterwakilan Dusun Bantengan. Sebanyak 10 calon bersaing memperebutkan dukungan warga. Latar belakang para calon pun beragam, mulai dari tokoh pemuda, petani, hingga aktivis organisasi kemasyarakatan.

Di antara deretan calon tersebut, sosok Susilo menjadi magnet perhatian warga. Calon dengan latar belakang anggota Banser ini tampil percaya diri dengan setelan baju batik, berpeci hitam, lengkap dengan simbol Banser di dadanya. Diketahui, Susilo tercatat sebagai anggota Satuan Provost Banser Jawa Timur, sebuah posisi yang menuntut kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi dalam organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama tersebut.

Sejak awal, Susilo terlihat yakin akan mendapat dukungan maksimal dari pemilih. Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Ia mengusung visi dan misi yang dekat dengan kebutuhan warga desa.

Dalam kampanye singkatnya di hadapan warga, Susilo menekankan pentingnya penyerapan aspirasi warga secara maksimal dan pengawalan pembangunan desa agar berjalan tepat sasaran. Ia juga menyoroti pentingnya penyaluran bantuan sosial yang transparan dan akuntabel melalui mekanisme musyawarah desa yang partisipatif.

“Kami ingin BPD benar-benar menjadi jembatan aspirasi warga. Pembangunan harus dikawal bersama, dan bantuan sosial harus tepat sasaran melalui musyawarah desa,” terang Susilo (8/9/2026).

Gagasan tersebut rupanya mendapat sambutan positif dari mayoritas pemilih. Hasil penghitungan suara menunjukkan, Susilo berhasil meraih 12 suara dan menduduki peringkat pertama di Dusun Bantengan. Perolehan tersebut sekaligus memastikan dirinya terpilih menjadi anggota BPD Desa Bantengan Kecamatan Bandung untuk periode 2026-2034.

Kemenangan Susilo menjadi bukti bahwa warga menaruh kepercayaan pada figur yang memiliki komitmen sosial dan rekam jejak pengabdian di organisasi kemasyarakatan. Kehadiran anggota BPD dengan latar belakang Banser juga diharapkan mampu membawa warna baru dalam dinamika pemerintahan desa, terutama dalam menjaga kondusivitas dan semangat kebersamaan.

Sebagaimana diketahui, BPD adalah mitra kerja Kepala Desa dalam pembahasan dan pengesahan Rencana Pembangunan Desa, pengawasan kinerja, serta penampung aspirasi masyarakat. Dengan terpilihnya anggota baru, diharapkan Desa Bantengan mampu semakin maju, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.

Pemilihan BPD di Desa Bantengan ini sekaligus menjadi contoh praktik demokrasi desa yang sehat. Warga tidak hanya memilih figur, tetapi juga gagasan dan komitmen untuk membangun desa bersama-sama. (Malik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *