Pemkot Magelang Bangun RTH Sidotopo Untuk Sebar Pusat Keramaian

Tampak atas lokasi pembangunan RTH Sidotopo
Tampak atas lokasi pembangunan RTH Sidotopo

MAGELANG , jadikabar.id — Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, mulai membangun ruang terbuka hijau di kawasan Sidotopo (RTH Sidotopo), Kecamatan Magelang Utara (Senin, 05/10/2026) . Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap sebagai upaya menyediakan ruang publik baru sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas di Alun-alun Magelang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang, Wahidin Sektianto, mengatakan pembangunan ruang terbuka publik di Sidotopo akan dibagi menjadi lima zona.

Saat ini, pembangunan memasuki tahap pertama, yakni zona 1 berupa lapangan dan lintasan lari atau jogging track. Area tersebut dibangun di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi.

“Nilai kontraknya Rp5,3 miliar. Mulai 23 September sampai 28 Desember 2026. Ini bertahap karena (lahan) luas,” kata Wahidin, yang akrab disapa Anto, Senin (5/10/2026).

Menurut Anto, lapangan di zona 1 nantinya berupa tanah lapang yang akan ditumbuhi rerumputan. Area tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.

“Sementara ini pusat keramaian ada di alun-alun. Kami tata (Sidotopo) biar keramaian bisa merata,” ujarnya.

Lokasi calon RTH tersebut berada di seberang Rumah Sakit Soerojo Magelang dan di depan Kantor Rektorat Universitas Tidar. Pemkot Magelang berharap keberadaan ruang publik baru itu dapat menjadi salah satu alternatif lokasi kegiatan masyarakat di wilayah utara kota.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan kawasan tersebut selama ini relatif lebih sepi kegiatan masyarakat dibandingkan dengan Alun-alun Magelang. Padahal, lahan tersebut merupakan aset milik Pemkot Magelang yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

“Alun-alun sudah sangat crowded, overcapacity. Kami ingin menggerakkan keramaian di Utara biar imbang,” kata Damar.

Tampak atas lokasi pembangunan RTH Sidotopo
Tampak atas lokasi pembangunan RTH Sidotopo

Alasan Pembangunan RTH Sidotopo

Rencana pembangunan ruang terbuka baru di Sidotopo juga berkaitan dengan kondisi Alun-alun Magelang yang dinilai semakin padat oleh berbagai aktivitas masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Handini Rahayu, sebelumnya mengatakan kualitas ruang terbuka hijau perlu terus dijaga, baik dari aspek lingkungan, kenyamanan, keindahan, maupun kerapian.

Pernyataan tersebut disampaikan Handini pada 16 Februari 2026. Menurut dia, berbagai kegiatan ekonomi, kesenian, dan budaya saat ini banyak terpusat di Alun-alun Magelang.

“Saat ini tumplek blek di Alun-alun. Kegiatan ekonomi, kesenian, budaya di sana. Ruang itu untuk bernapas saja sudah kurang,” ujar Handini.

Karena itu, menurut Handini, Kota Magelang membutuhkan ruang terbuka baru yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas publik. Selain masyarakat umum, ruang tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa.

Dengan pembangunan RTH Sidotopo, Pemkot Magelang berupaya menambah ruang publik sekaligus menyebarkan pusat aktivitas masyarakat agar tidak seluruhnya terkonsentrasi di kawasan Alun-alun.

 

Kontributor: Abrian Tamtama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *