Jadikabar.id || SIMALUNGUN – Kabar seorang anak berusia 8 tahun hanyut di aliran Sungai Tanjung Pinggir, wilayah Kota Pematangsiantar, pada Senin (17/8/2026) sore, langsung mendapat respons Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Begitu menerima informasi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, bersama personel BPBD bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pencarian dan berkoordinasi dengan tim gabungan.
Anak yang dilaporkan hanyut diketahui bernama Qholil Hidayat Sitanggang (8), siswa SD 091608 Sinaksak. Korban merupakan warga Lingkungan V, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi awal yang diterima tim, Qholil saat itu berada bersama ayahnya di sekitar aliran sungai untuk mencari daun pisang.
Namun, situasi berubah menjadi petaka. Korban diduga terpeleset hingga jatuh ke dalam sungai dan kemudian terseret arus yang cukup deras.
Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, Budiman Silalahi tidak menunggu lama. Ia langsung turun ke lapangan untuk memastikan proses pencarian berjalan dan koordinasi antartim dapat dilakukan secara maksimal.
Budiman mengatakan BPBD Simalungun segera mengambil langkah setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Mendengar peristiwa ini, kami bergegas turun ke lapangan dan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang ada di lokasi. Harapan kita semua, korban segera ditemukan dan proses pencarian dapat berjalan secara maksimal,” ujar Budiman di lokasi.
Menurutnya, pencarian tidak hanya dilakukan pada satu titik. Tim BPBD Simalungun bergabung dengan tim gabungan untuk menyisir aliran sungai dan sejumlah lokasi yang diperkirakan memiliki kemungkinan menjadi tempat korban terbawa arus.
Proses pencarian melibatkan sejumlah unsur. Personel BPBD Kota Pematangsiantar dan BPBD Kabupaten Simalungun, TNI, Polri, relawan serta masyarakat setempat bersama-sama melakukan penyisiran.
Tim di lapangan berupaya memperluas jangkauan pencarian dengan mengikuti aliran sungai serta memeriksa titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.
Hingga laporan ini dibuat, proses pencarian masih berlangsung. Tim gabungan terus bekerja secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan personel.
Budiman menegaskan, pencarian korban menjadi prioritas, namun keselamatan para petugas dan relawan juga tidak boleh diabaikan.
Di tengah proses pencarian, Budiman juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai.
Menurutnya, kondisi arus deras, tebing yang licin, permukaan sungai yang sulit diprediksi serta cuaca buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai yang berisiko, terutama saat arus sedang deras. Keselamatan harus menjadi hal yang utama,” pungkasnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika berada di sekitar aliran sungai, terutama pada kondisi arus yang deras.
BPBD Simalungun bersama tim gabungan hingga kini masih berupaya mencari keberadaan Qholil Hidayat Sitanggang. Seluruh unsur yang terlibat di lapangan diharapkan dapat bekerja maksimal hingga korban ditemukan. (AN)













