Berita  

ASN dan Pegawai BUMD Magelang Didorong Belanja di Pasar Rakyat, Nominal Disesuaikan Jenjang Jabatan

ASN dan Pegawai BUMD Magelang Didorong Belanja di Pasar Rakyat, Nominal Disesuaikan Jenjang Jabatan
Walikota magelang Damar Hadir di Pasar Rejowinangun Kota Magelang dalam rangka Belanja Pesta Rakyat

KOTA MAGELANG, JADIKABAR – Pemerintah Kota Magelang kembali mendorong peningkatan aktivitas perdagangan di pasar tradisional melalui Gerakan Ayo Nglarisi Pasar Rakyat Kota Magelang. Dalam pelaksanaannya, aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemkot Magelang diarahkan untuk berbelanja di pasar rakyat dengan nominal yang disesuaikan berdasarkan jenjang jabatan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, mengatakan ketentuan belanja tersebut diterapkan sebagai salah satu upaya meningkatkan transaksi sekaligus membantu menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar rakyat.

Menurutnya, ASN eselon II diarahkan berbelanja sedikitnya Rp500 ribu. Sementara ASN eselon III sebesar Rp350 ribu, eselon IV dan pejabat fungsional Rp200 ribu, sedangkan staf minimal Rp50 ribu.

“Gerakan Ayo Nglarisi Pasar ini ditujukan bagi seluruh ASN dan pegawai BUMD di lingkungan Pemkot Magelang. Ada ketentuan yang harus dilakukan, yakni menyesuaikan nominal belanja berdasarkan jenjang jabatan,” ujar Syaifullah di sela kegiatan Ayo Nglarisi Pasar Rakyat Kota Magelang di Pasar Rejowinangun, Jumat (25/9/2026).

Syaifullah menjelaskan, keterlibatan ASN dan pegawai BUMD diharapkan dapat menambah aktivitas transaksi di pasar tradisional. Dengan meningkatnya jumlah pembeli, perputaran uang di pasar diharapkan ikut bertambah sehingga berdampak terhadap pendapatan pedagang.

Ia menilai ASN dan pegawai BUMD memiliki potensi daya beli yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, kegiatan belanja di pasar rakyat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat.

Di sisi lain, kondisi pasar yang relatif sepi masih menjadi persoalan yang dirasakan pedagang. Sari, salah seorang pedagang di Pasar Rejowinangun, menilai Gerakan Ayo Nglarisi Pasar memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan, terutama ketika harga sejumlah kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan.

“Gerakan Ayo Nglarisi Pasar ini sangat membantu meningkatkan perekonomian pedagang. Dalam beberapa minggu terakhir kondisi pasar cukup sepi karena sejumlah barang kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan harga,” kata Sari.

Gerakan Ayo Nglarisi Pasar Rakyat Kota Magelang dilaksanakan salah satunya di Pasar Rejowinangun. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan transaksi sekaligus menjaga keberlangsungan pasar tradisional sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan stimulasi agar masyarakat turut berbelanja dan meramaikan pasar tradisional.

Menurut Damar, keberadaan pasar rakyat perlu terus dijaga agar tetap menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya transaksi di pasar, perputaran ekonomi di Kota Magelang diharapkan ikut bergerak.

“Gerakan Ayo Nglarisi Pasar dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab Pemkot Magelang untuk memberikan stimulasi agar masyarakat turut meramaikan pasar tradisional. Harapannya, pasar tradisional tidak mati dan perputaran ekonomi di Kota Magelang terus berjalan,” ujar Damar.

 

Abrian Tamtama

Penulis: AbrianEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *