Daerah  

BPR Kab. Malang Targetkan Pangkas Kerugian hingga 80 Persen di Tahun 2026

BPR Kab. Malang Targetkan Pangkas Kerugian hingga 80 Persen di Tahun 2026
BPR Kab. Malang Targetkan Pangkas Kerugian hingga 80 Persen di Tahun 2026

MALANG, JADIKABAR — Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kab. Malang optimistis dapat memperbaiki kinerja keuangannya secara drastis pada tahun buku 2026. Setelah menghadapi tantangan berat dengan mencatatkan kerugian hampir Rp4 miliar pada tahun buku 2025, pihak manajemen kini membidik target ambisius untuk menekan angka kerugian hingga tersisa Rp780 juta saja pada tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama BPR Kab. Malang dalam acara Rapat Kerja Perusahaan (RKP) 2026 yang berlangsung di Cemara Ballroom, Unggul Sport Center, pada Jumat (12/6/2026).

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban pengurus untuk tahun buku sebelumnya telah diterima. Kendati demikian, perseroan diminta untuk melakukan serangkaian pembenahan strategis di sepanjang tahun 2026 guna memulihkan kesehatan bank.

“Hasil RKP menetapkan pertanggungjawaban kami diterima, dan kami diminta untuk melakukan perbaikan di tahun 2026. Ada tiga poin utama yang menjadi fokus kami, yaitu peningkatan kualitas SDM, penanganan kredit bermasalah, dan efisiensi, ditambah dengan penguatan tata kelola (good corporate governance),” ujarnya

Strategi Kejar Target: Fokus Fixed Income dan Penagihan Berjenjang

Untuk mengejar target penurunan kerugian yang mencapai 80 persen tersebut, BPR Kab. Malang menerapkan strategi penyaluran kredit yang jauh lebih selektif. Manajemen memilih untuk bermain aman dengan memprioritaskan sektor fixed income(pendapatan tetap) yang dinilai memiliki risiko jauh lebih rendah.

Selain selektif dalam mencairkan kredit baru, BPR Kab. Malang juga merombak total sistem penanganan kredit bermasalah secara berjenjang dari hulu ke hilir. Salah satu inovasi yang sedang digodok adalah pemanfaatan teknologi komunikasi untuk mengingatkan nasabah.

“Kami sedang menyusun sistem *WA Blast* untuk mengingatkan debitur yang kreditasinya mau jatuh tempo dalam waktu 7 hari. Jika lewat dari itu, penanganan akan dilakukan secara berjenjang: hari ke-1 sampai 30 oleh tim marketing, lalu hari ke-30 sampai 60 akan ditangani oleh tim Special Asset Management (SAM) Level 1, dan jika masih berlanjut akan naik ke SAM Level 2,” jelasnya secara rinci.

Efisiensi Ketat dan Pengaturan Rute Operasional

Langkah pemulihan ini juga dibarengi dengan efisiensi anggaran yang ketat di internal perusahaan. Mengingat adanya potensi kenaikan biaya operasional seperti bahan bakar (BBM) non-subsidi, manajemen melakukan pengetatan pada pos-pos pengeluaran rutin yang dirasa kurang perlu. Salah satunya adalah dengan mengatur ulang rute perjalanan dinas atau operasional agar tugas lapangan dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien dalam waktu satu hari.

Meskipun target pendapatan tahun ini dipatok naik, manajemen mengakui bahwa hasil tersebut belum bisa menutup seluruh kerugian masa lalu secara instan karena perseroan masih bergelut dengan penyelesaian sisa kredit bermasalah. Kendati demikian, dengan nakhoda yang kemungkinan besar tetap dipertahankan, BPR Kab. Malang optimistis fondasi keuangan yang lebih sehat dapat kokoh terbangun di akhir tahun 2026 ini. (TF)

Penulis: TFEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *