Jadikabar.id || SIMALUNGUN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam membangkitkan kembali sektor pertanian terus ditunjukkan melalui langkah nyata di lapangan. Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, turun langsung meninjau kondisi Bendungan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Bahilang di Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Sumatera Utara, Kamis (9/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan kembali bendungan yang rusak akibat bencana banjir bandang, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun Ir. Hotbinson Damanik, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bob Presli Saragih, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Eka Candra Barus, Camat Tanah Jawa, serta sejumlah pejabat perangkat daerah lainnya.
Di lokasi, Plt Pangulu Nagori Totap Majawa, Martua Sitohang, memaparkan bahwa Bendungan DI Bahilang mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang pada 12 Februari 2025. Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Ia menjelaskan, sejak bendungan jebol, sekitar 80 hektare lahan persawahan kehilangan pasokan air sehingga petani tidak lagi dapat menanam padi dan terpaksa beralih ke komoditas jagung. Selain itu, saluran irigasi sepanjang sekitar 3,5 kilometer juga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
“Akibat rusaknya bendungan, sekitar 80 hektare sawah tidak bisa lagi ditanami padi. Petani akhirnya beralih menanam jagung karena jaringan irigasi sepanjang 3,5 kilometer tidak lagi mengalir secara optimal,” terang Martua.
Mewakili masyarakat Nagori Totap Majawa, Martua juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Simalungun terhadap kebutuhan para petani.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Bapak Bupati yang datang langsung melihat kondisi bendungan ini. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kabupaten Simalungun agar semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Anton Achmad Saragih memastikan pembangunan kembali Bendungan DI Bahilang akan segera direalisasikan karena memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
“Insyaallah pekerjaan pembangunan bendungan ini akan segera dimulai dalam waktu dekat. Infrastruktur irigasi merupakan penunjang utama sektor pertanian sehingga harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Bupati.
Menurut Anton, pemulihan bendungan bukan hanya sebatas membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Ia berharap setelah bendungan kembali berfungsi, para petani dapat kembali menggarap sawah dengan menanam padi sehingga hasil produksi pertanian meningkat dan pendapatan masyarakat ikut terdongkrak.
Bupati menambahkan, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Simalungun karena memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi daerah, serta ketahanan pangan.
Selain itu, kata Anton, pembangunan tersebut juga sejalan dengan implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat. Perbaikan bendungan ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi mengembalikan harapan petani agar dapat kembali mengolah sawah mereka secara optimal,” ungkapnya.
Melalui percepatan pembangunan Bendungan Irigasi DI Bahilang, Pemerintah Kabupaten Simalungun optimistis sektor pertanian di Nagori Totap Majawa dan wilayah sekitarnya akan kembali bergairah. Dengan pulihnya sistem irigasi, produktivitas lahan diharapkan meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani di Kabupaten Simalungun. (AN)
Penulis : Aswan Nasution













