SIMALUNGUN, JADIKABAR – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi Sumatera Utara yang digelar di kawasan Monumen Letda Anumerta Sujono, Perkebunan Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Kamis (1/10/2026), menjadi momentum penuh makna bagi masyarakat untuk kembali mengenang jejak perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Dalam kegiatan bersejarah tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar yang juga Ketua Bapemperda DPRD Sumut, Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., turut hadir menyaksikan langsung rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila bersama berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, pelajar, dan ribuan warga.
Turut hadir pula Ketua Karang Taruna Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Feri Ilhami Hasugian, S.P., didampingi Sekretaris Karang Taruna Muhammad Farhan, S.H. Kehadiran mereka menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap nilai sejarah serta penghormatan atas perjuangan Letda Anumerta Sujono yang gugur dalam mempertahankan aset negara.
Bagi Darma Putra Rangkuti, pelaksanaan Hari Kesaktian Pancasila di Bandar Betsy memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Menurutnya, tempat tersebut bukan hanya menjadi monumen peringatan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan terhadap bangsa harus terus diwariskan.
“Bandar Betsy adalah bagian dari sejarah bangsa yang mengajarkan kepada kita arti sebuah pengorbanan dan tanggung jawab. Semangat para pejuang harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membangun daerah dan menjaga persatuan,” ujar Darma Putra Rangkuti.
Ia menambahkan, generasi saat ini memiliki tugas untuk meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui karya nyata, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen menjaga ideologi Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Feri Ilhami Hasugian menyampaikan bahwa kehadiran Karang Taruna Dolok Batu Nanggar dalam kegiatan tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap sejarah sekaligus upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan pemuda.
Menurut Feri, kisah perjuangan Letda Sujono di Bandar Betsy menjadi pelajaran berharga bahwa keberanian, persatuan, dan semangat pengabdian merupakan nilai yang harus tetap dijaga oleh generasi muda.
“Sejarah Bandar Betsy harus terus dikenalkan kepada anak-anak muda. Dari tempat ini kita belajar bahwa perjuangan tidak boleh dilupakan, dan generasi penerus harus melanjutkan semangat tersebut dengan hal-hal positif untuk masyarakat,” kata Feri.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi Sumatera Utara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., selaku Inspektur Upacara. Upacara berlangsung di Lapangan Monumen Letda Anumerta Sujono, kawasan Perkebunan Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, mulai pukul 10.00 WIB. Komandan Upacara dipercayakan kepada Letkol Inf. Mahfuz, S.Sos., sementara Perwira Upacara dijabat Kasdim 0207/Simalungun Mayor Inf. Prawoto.
Salah satu rangkaian acara yang menyentuh perhatian masyarakat adalah penampilan fragmen teaterikal peristiwa Bandar Betsy 1965. Pertunjukan tersebut menghadirkan kembali kisah perjuangan Letda Anumerta Sujono saat mempertahankan aset negara.
Melalui fragmen tersebut, masyarakat diajak menyaksikan kembali potongan sejarah yang menggambarkan keberanian dan pengorbanan seorang prajurit dalam menjalankan tugas negara. Suasana haru terasa ketika kisah perjuangan itu diperankan kembali di lokasi yang menjadi saksi sejarah.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan peletakan karangan bunga oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara bersama unsur Forkopimda di Tugu Letda Sujono serta pemberian tali asih kepada keluarga almarhum Letda Sujono sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya.
Peringatan tersebut turut dihadiri Bupati Simalungun H. Anton Achmad Saragih bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Wakil Wali Kota Herlina, Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, personel TNI-Polri termasuk Yonif 126/KC, ASN, pelajar, veteran, manajemen PTPN III/IV, serta masyarakat sekitar.
Bandar Betsy hari itu kembali menjadi ruang refleksi sejarah. Melalui upacara dan fragmen teaterikal yang menghidupkan kembali peristiwa masa lalu, masyarakat diingatkan bahwa nilai perjuangan dan semangat Pancasila harus terus dijaga oleh seluruh generasi.













