Jadikabar.id || MAGELANG – (Jumat,28/08/2026) Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Magelang mengalami penurunan drastis pada periode triwulan III tahun 2026. Perubahan data desil atau pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat membuat ribuan warga yang sebelumnya menerima bantuan kini tercoret dari daftar penerima.
Penurunan paling tajam terjadi pada penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Jika pada triwulan II atau periode April–Juni 2026 terdapat 6.548 keluarga penerima manfaat (KPM), kini pada periode Juli–September jumlahnya tinggal 2.648 penerima.
Artinya, sebanyak 3.900 keluarga tidak lagi tercatat sebagai penerima BPNT pada periode penyaluran triwulan III.
Program Keluarga Harapan (PKH) juga mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya sebanyak 4.051 penerima, kini hanya tersisa 1.733 penerima setelah 2.318 penerima tergraduasi atau keluar dari daftar penerima bantuan pada periode berjalan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Bambang Nuryanta, mengatakan perubahan jumlah penerima tersebut berkaitan dengan pemutakhiran data desil yang dilakukan pemerintah pusat.
Desil merupakan sistem pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar penentuan sasaran program perlindungan sosial.
Menurut Bambang, penetapan tingkat desil dan sasaran penerima bansos sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, Dinsos Kota Magelang tetap membuka ruang bagi warga yang merasa perubahan data tersebut tidak sesuai dengan kondisi ekonominya.
“Saat ini kami juga sedang mengusulkan 88 keluarga untuk mendapatkan bansos. Namun, karena pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan sekali, kemungkinan berubah atau tidaknya desil baru bisa diketahui pada Oktober nanti,” ujar Bambang, Kamis (27/8/2026).
Sebanyak 88 keluarga tersebut mengajukan keberatan karena mengalami perubahan tingkat desil menjadi di atas angka 5. Akibat perubahan tersebut, mereka kehilangan akses terhadap bantuan sosial.
Bahkan, Dinsos menemukan adanya perubahan tingkat desil yang cukup ekstrem. Sejumlah keluarga yang sebelumnya berada di kelompok desil 1 hingga 4 tercatat melonjak hingga desil 10.
“Kalau ada warga yang merasa masih layak mendapatkan bantuan, kami fasilitasi untuk mengajukan sanggahan,” katanya.
Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
Masyarakat yang merasa data tingkat kesejahteraannya tidak sesuai dapat mengajukan sanggahan secara mandiri melalui Aplikasi Cek Bansos.
Bagi warga yang mengalami kesulitan, pengajuan keberatan juga dapat dilakukan secara berjenjang melalui mekanisme musyawarah kelurahan atau muskel.
Pemohon wajib membawa surat keterangan tidak mampu yang diketahui RT dan RW. Selanjutnya, data tersebut dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Data kemudian diperbarui dan diteruskan kepada Dinsos Kota Magelang untuk selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos).
Warga Mampu Diminta Mundur dari Penerima Bansos
Di tengah turunnya jumlah penerima, Dinsos Kota Magelang juga mengimbau masyarakat yang kondisi ekonominya sudah membaik untuk secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial.
“Kalau sudah mampu dan sejahtera, kita berharap untuk mengundurkan diri agar alokasinya dapat digantikan orang lain yang lebih membutuhkan,” ujar Bambang.
Proses graduasi tersebut dilakukan melalui pendampingan petugas sosial. Saat ini, Dinsos Kota Magelang memiliki 13 pendamping sosial yang bertugas melakukan pendekatan kepada keluarga penerima manfaat yang dinilai sudah mampu.
Setiap pendamping ditargetkan mampu menggraduasi sedikitnya 10 penerima manfaat dalam satu tahun.
“Saat ini sudah ada yang berhasil tergraduasi, tetapi memang belum banyak. Kami ada 13 pendamping dan masing-masing ditargetkan bisa menggraduasi 10 orang dalam setahun,” katanya.
Bambang mengakui, tidak sedikit warga yang masih enggan keluar dari daftar penerima bansos. Salah satu penyebabnya adalah nilai bantuan yang diterima cukup membantu kebutuhan keluarga.
Keluarga dalam kelompok desil 1 hingga 4 bahkan berpeluang menerima dua jenis bantuan sekaligus, yakni BPNT dan PKH.
BPNT Rp600 Ribu per Tiga Bulan
Penerima BPNT mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000 setiap bulan. Penyalurannya dilakukan setiap tiga bulan dengan total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.
Selain itu, keluarga penerima BPNT juga dapat memperoleh bantuan PKH apabila terdapat anggota keluarga yang masuk kategori penerima.
Besaran PKH untuk anak sekolah tingkat SD sebesar Rp900.000 per tahun, SMP Rp1,5 juta per tahun, dan SMA Rp2 juta per tahun.
Sementara bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas masing-masing sebesar Rp2,4 juta per tahun. Ibu hamil serta anak usia dini 0–6 tahun memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta per tahun.
Namun, untuk menghindari kecemburuan sosial, jumlah kategori penerima PKH dalam satu keluarga kini dibatasi.
“Untuk menghindari kecemburuan sosial, saat ini maksimal hanya dua kategori yang bisa diusulkan dalam satu keluarga,” ungkap Bambang.
Pengajuan Bansos Kini Bisa Lewat Portal Perlinsos
Pekerja Sosial Dinsos Kota Magelang, Suriyati, menambahkan bahwa persoalan pengusulan calon penerima bansos kerap menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Untuk menghindari anggapan adanya praktik tebang pilih oleh pihak tertentu, masyarakat kini dapat mengajukan bantuan sosial secara mandiri melalui Portal Perlindungan Sosial atau Perlinsos.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mendaftar, memantau status, serta memperbarui data bantuan sosial secara mandiri.
“Perlinsos ini bisa diakses secara mandiri. Namun, untuk masyarakat yang mengalami kendala bisa meminta bantuan melalui Agen Perlinsos,” jelas Suriyati.
Dinsos Kota Magelang saat ini juga tengah mencari Agen Perlinsos untuk mendampingi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, lansia, maupun penyandang disabilitas.
Satu agen dapat memberikan pendampingan kepada hingga 150 warga yang ingin mengajukan bantuan sosial.
Agen Perlinsos dapat berasal dari pegawai Dinsos, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominsta), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kader posyandu, ketua RT dan RW, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kesejahteraan sosial.
Data Desil 1–4 Turun Signifikan
Berdasarkan data Dinsos Kota Magelang, perubahan jumlah masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga 4 antara triwulan II dan triwulan III 2026 juga cukup signifikan.
Pada desil 1, jumlah keluarga turun dari 3.220 menjadi 1.635 keluarga. Jumlah individu juga merosot dari 10.199 orang menjadi 4.223 orang.
Untuk desil 2, jumlah keluarga berkurang dari 2.953 menjadi 1.410 keluarga. Jumlah individu turun dari 9.341 menjadi 4.257 orang.
Sementara pada desil 3, jumlah keluarga yang sebelumnya mencapai 3.247 kini tinggal 1.650 keluarga. Jumlah individu juga berkurang dari 9.587 menjadi 4.943 orang.
Adapun pada desil 4, jumlah keluarga turun dari 2.590 menjadi 2.112 keluarga. Jumlah individu juga menyusut dari 9.563 menjadi 6.199 orang.
Turunnya jumlah masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 4 tersebut menjadi salah satu faktor berkurangnya jumlah penerima bantuan sosial di Kota Magelang pada periode triwulan III 2026.
Dinsos Kota Magelang mengimbau masyarakat yang merasa masih layak menerima bantuan untuk segera melakukan pengecekan data dan mengajukan sanggahan melalui mekanisme yang tersedia.
Abrian Tamtama













