GANN-Gandeng SMK NMC Malang, Perkuat Ketahanan Pelajar Hadapi Ancaman Narkoba

GANN-Gandeng SMK NMC Malang.

Malang, JadiKabar. Id– Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar terus digencarkan. Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) bersama SMK National Media Center (NMC) Malang menggelar edukasi bahaya narkoba sebagai langkah memperkuat benteng generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di kampus SMK NMC Malang, Jalan Candi Panggung Barat Nomor 48, Kota Malang. Sebanyak 206 siswa dari berbagai program keahlian mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Para peserta berasal dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Broadcasting dan Perfilman (BP), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), serta Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).

Dalam kegiatan tersebut, tim GANN yang terdiri dari Vivia Maya Rafica, S.E,M.M,Hery Agus Santoso, Irawan Sukma S.H memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai jenis narkotika, modus dan pola peredarannya, hingga risiko yang dapat ditimbulkan apabila seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, penyalahgunaan narkotika juga dapat mengganggu kondisi psikologis, pendidikan, masa depan, hingga berhadapan dengan konsekuensi hukum.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga para siswa tidak sekadar menjadi pendengar. Mereka diajak berdiskusi mengenai cara mengenali potensi ancaman narkoba, membangun keberanian untuk menolak ajakan menggunakan narkotika, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat.

Kepala SMK National Media Center (NMC) Malang, Ririn Yuanti, S.E., M.M., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi tentang bahaya narkoba penting diberikan kepada pelajar sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pembentukan karakter peserta didik.

“Kami berharap seluruh peserta didik memiliki pengetahuan yang memadai tentang bahaya narkoba. Dengan begitu, mereka mampu menjaga diri sekaligus menjadi pelopor dalam mengampanyekan hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkotika,” ujarnya, pada Senin (31/8/2026).

Di tempat yang sama, pemateri GANN, Irawan sukma S.H mengatakan ancaman peredaran narkotika saat ini tidak mengenal batas usia maupun latar belakang. Kalangan remaja dan pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Karena itu, menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat. Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar para pelajar memiliki pengetahuan dan ketegasan dalam mengambil keputusan ketika menghadapi lingkungan yang berisiko.

“Kasus penyalahgunaan narkotika saat ini sangat memprihatinkan. Edukasi seperti ini menjadi langkah penting untuk membentengi anak-anak kita agar tidak pernah mencoba, apalagi sampai terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Irawan juga menekankan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan dan membangun komunikasi dengan anak.

Menurutnya, guru memiliki ruang pengawasan ketika siswa berada di sekolah. Namun, ketika berada di rumah, peran orang tua menjadi sangat menentukan dalam menjaga pergaulan dan perilaku anak.

“Guru dapat melakukan pengawasan selama siswa berada di lingkungan sekolah. Namun ketika mereka berada di rumah, peran orang tua menjadi sangat penting. Karena itu, edukasi tentang bahaya narkoba juga perlu diberikan kepada para orang tua agar pengawasan terhadap anak dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.

Kolaborasi GANN dan SMK NMC Malang ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi semata. Para siswa diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Dengan penguatan edukasi, keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu mengatakan “tidak” terhadap narkoba, tetapi juga memiliki keberanian menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan yang bersih dari narkotika.

Penulis: Irfan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *