JadiKabar.id || SIMALUNGUN — Pesan khusus disampaikan Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih kepada para orang tua saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Simalungun Tahun 2026.
Di hadapan sekitar 250 anak yang hadir dari berbagai kecamatan, Anton mengingatkan pentingnya kasih sayang, perhatian dan pendampingan orang tua dalam membentuk masa depan anak.
“Jangan anak dikumpulkan di depan umum lalu dimarahi. Hal seperti itu bisa membekas dalam ingatan anak. Anak-anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua,” tegas Anton.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat peringatan HAN ke-42 yang digelar Pemkab Simalungun di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Rabu (16/9/2026).
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan. Anak-anak dari berbagai sekolah di Kabupaten Simalungun mendapat ruang untuk bermain, berekspresi, berkreasi sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.
Bupati Anton hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih. Turut hadir Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan, staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, pimpinan PT Bank Sumut, PT Japfa, PT Kinra, tenaga pendidik, pendamping anak serta para undangan.
Dalam arahannya, Anton menekankan bahwa keberhasilan anak tidak terlepas dari perhatian keluarga. Menurutnya, orang tua perlu hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar dan mengembangkan diri.
Ia bahkan secara khusus mengingatkan para ayah agar tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pendampingan kepada ibu.
“Cobalah sisakan waktu, berikan waktu kepada anak-anak kita. Bukan hanya ibu, tetapi bapak-bapak juga. Anak-anak ini perlu sekali dibimbing dan didampingi, karena merekalah generasi penerus kita,” ujar Anton.
Bagi Bupati, pembentukan karakter anak harus dilakukan sejak dini dengan pendekatan yang penuh kasih sayang. Anak perlu diarahkan tanpa harus dipermalukan, apalagi di hadapan orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat peringatan HAN yang menjadikan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Simalungun, Sriwahyuni, dalam laporannya mengatakan HAN tidak seharusnya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, perlindungan, penghormatan serta pemenuhan hak anak.
“Peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak anak. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Sriwahyuni.
Ia berharap momentum HAN mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mempersiapkan generasi Simalungun yang sehat, cerdas, tangguh, berkarakter dan memiliki daya saing.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih menempatkan keluarga sebagai lingkungan pertama dan paling penting dalam pembentukan karakter anak.
Menurut Darmawati, anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, pendampingan dan rasa aman agar dapat berkembang secara optimal.
Ia mengajak para orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan bakat, kreativitas dan potensi masing-masing.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita jaga dan kita persiapkan. Mari berikan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan kepada mereka, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang baik,” pesannya.
Peringatan HAN ke-42 juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi anak untuk menunjukkan kemampuan dan keberanian mereka.
Sejumlah perlombaan digelar berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari hiburan khusus anak PAUD/TK, lomba tradisional, lomba pecah piring putri tingkat SD hingga lomba tradisional maraga burtu tingkat SMP. Sekitar 250 anak dari berbagai penjuru Kabupaten Simalungun mengikuti kegiatan tersebut.
Usai memberikan arahan, Bupati Anton bersama rombongan turun langsung melihat jalannya perlombaan. Ia menyapa para peserta dan memberikan semangat kepada anak-anak yang tengah mengikuti berbagai kegiatan.
Melalui HAN ke-42, Pemkab Simalungun menegaskan bahwa membangun masa depan anak bukan hanya pekerjaan pemerintah. Keluarga, sekolah, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Pesan Bupati Anton menjadi salah satu penekanan utama dalam peringatan tersebut: anak tidak cukup hanya dilindungi secara fisik, tetapi juga membutuhkan ruang untuk tumbuh dengan kasih sayang, perhatian dan pendampingan yang baik.
Dengan semangat “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Pemkab Simalungun mendorong sinergi lintas sektor agar setiap anak dapat tumbuh aman, bahagia, percaya diri dan memperoleh hak serta perlindungan yang layak. (AN)













