Jadikabar.id || Bangkalan-Pelaksanaan Pekan Raya Bangkalan (PRB) 2026 yang digelar di Alun-Alun Bangkalan sejak Sabtu (24/10/2026) menuai kritik tajam,Acara tahunan berskala besar yang digadang-gadang menjadi pesta rakyat tersebut justru dikeluhkan akibat buruknya fasilitas teknis. Pasokan listrik di area lapak bazar dan wahana permainan dilaporkan padam berulang kali (biarpet) selama dua hari berturut-turut, merugikan para pelaku UMKM dan mengecewakan pengunjung.
Alih-alih memberikan penjelasan dan solusi konkret saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai kekacauan teknis ini, Ketua Panitia pelaksana justru memilih bungkam dan tidak membalas pesan konfirmasi. Di sisi lain sang ketua panitia malah kedapatan melakukan manuver dengan mengadu atau wadul ke pihak DPRD Jawa Timur.
Sikap tidak responsif dan terkesan menghindar dari tanggung jawab publik ini memicu kegeraman di kalangan jurnalis yang berusaha mengawal hak-hak para pedagang.
“Kami hanya ingin meminta kejelasan dan pertanggungjawaban panitia Pedagang sudah bayar mahal sampai jutaan rupiah untuk sewa lapak, tapi fasilitas dasarnya seperti listrik malah mati total selama dua hari Saat dikonfirmasi nomor telepon Ketua Panitia aktif, tapi sama sekali tidak dibalas”Ujar Abdul, seorang jurnalis media lokal yang mencoba mengonfirmasi masalah tersebut, Senin (26/10/2026).
Kritik pedas juga datang dari para pelaku usaha mikro yang merasa dirugikan oleh ketidaksiapan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bangkalan selaku penyelenggara teknis acara.
“Kami di sini bayar bukan gratisan Kalau mati lampu terus begini dagangan kami tidak laku, Panitia harusnya becus menyiapkan genset atau daya yang memadai bukan malah lari dari kejaran media saat ditanya masalah,” keluh salah satu pedagang stan dengan nada kecewa
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana Pekan Raya Bangkalan belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan mereka mengabaikan konfirmasi media dan langkah politiknya yang langsung melompati koordinasi lokal demi mengadu ke tingkat provinsi, “Tutupnya hlb













