Jadikabar.id || SIMALUNGUN — Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Simalungun periode 2026–2031 dijadwalkan resmi dilantik pada Rabu, 30 September 2026, di Gedung MUI Kabupaten Simalungun, Jalan Asahan.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dr. Dedik, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua, didampingi Rusdi, ST, S.Pd. sebagai Sekretaris dan Ade Rijal, S.Ag. sebagai Bendahara.
Prosesi pelantikan akan dilakukan oleh PW Al Washliyah Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H. Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan serta organisasi juga menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun yang mewakili Bupati, Dr. H. Bahrum Saleh, MA, Ketua MUI Kabupaten Simalungun Ustaz Chairul Anwar, S.Ag., Anggota DPRD Sumatera Utara (Fraksi Partai Gerindra) Gusmiyadi, SE, serta seluruh pengurus cabang dan badan otonom Al Washliyah Kabupaten Simalungun.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan. Di bawah kepemimpinan Dr. Dedik, PD Al Washliyah Simalungun membawa sejumlah agenda pembenahan organisasi yang dinilai penting untuk memperkuat keberadaan Al Washliyah di tengah masyarakat.
Ketua PD Al Washliyah Simalungun, Dr. Dedik, mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan membuka ruang kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, dakwah, sosial serta penguatan kelembagaan.
Menurutnya, organisasi harus mampu bergerak bersama seluruh unsur yang ada agar program yang dirancang tidak berhenti pada tataran kepengurusan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu pekerjaan utama yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah penataan dan penyelesaian administrasi aset-aset Al Washliyah yang berada di Kabupaten Simalungun.
Penataan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh aset organisasi memiliki dokumen dan berkas kepemilikan yang jelas sehingga dapat memberikan kepastian hukum serta mendukung keberlangsungan program organisasi dalam jangka panjang. Selain persoalan aset, PD Al Washliyah Simalungun juga akan melakukan penguatan struktur internal dengan membentuk berbagai majelis yang menjadi bagian dari kepengurusan.
Penguatan organisasi juga akan dilakukan hingga tingkat cabang. Untuk cabang yang belum memiliki kepengurusan definitif, akan ditempuh pembentukan kepengurusan caretaker sebagai tahapan menuju terbentuknya Pengurus Cabang Al Washliyah yang sah dan memiliki legitimasi organisasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat struktur Al Washliyah di Kabupaten Simalungun semakin tertata, mulai dari tingkat daerah hingga cabang.
Dengan pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 ini, PD Al Washliyah Simalungun diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga semakin aktif mengambil peran dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Kepengurusan baru juga diharapkan mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, legislatif serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Simalungun.
Bagi Al Washliyah Simalungun, periode lima tahun ke depan menjadi ruang untuk memperkuat kembali fondasi organisasi, menata aset, membangun struktur kepengurusan yang solid serta memperluas manfaat keberadaan organisasi bagi masyarakat.
Kontributor: Aswan Nasution













