Pesilat Wajib Tahu! Tiga Perubahan Aturan Pencak Silat 2026 Mulai Disosialisasikan di Tulungagung

Tulungagung, Jadikabar.com – Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengkab IPSI) Tulungagung bergerak cepat. Hanya selang tujuh hari setelah peraturan baru disahkan di tingkat nasional, Tulungagung langsung bergerak cepat dan menjadi kabupaten pertama di Jawa Timur yang menggelar Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2026.

Sosialisasi ini dilaksanakan Minggu, 13 September 2026, bertempat di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Tulungagung.

Sebanyak lebih dari 80 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari wasit juri IPSI Tulungagung, serta delegasi perwakilan dari perguruan silat di bawah naungan IPSI Tulungagung.

Kegiatan ini menjadi sangat krusial, mengingat, Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2026 baru saja disahkan dalam Musyawarah Nasional Pengurus Besar (PB) IPSI pada 5 September 2026 lalu dan harus segera dilakukan sosialisasi.

Sekretaris Umum IPSI Tulungagung, Ebin Sunaryo, hadir membuka kegiatan mewakili Ketua Umum yang berhalangan. Dalam sambutannya, Ebin menegaskan sosialisasi ini bukan sekadar seremonial.

Ia berharap seluruh wasit dan juri sebagai garda terdepan pertandingan, benar-benar memahami perubahan aturan secara detail agar dapat langsung diterapkan.

“Dengan adanya sosialisasi peraturan terbaru ini, saya berharap dapat segera diimplementasikan pada event-event pertandingan yang akan datang. Termasuk agenda terdekat, Bupati Cup bulan Nopember mendatang. Jangan sampai wasit juri kita masih terpaku memakai aturan lama,” kata Ebin.

Lebih jauh, Ebin juga membeberkan roadmap pembinaan IPSI Tulungagung ke depan. Setelah sosialisasi, pihaknya akan langsung menggelar Diklat Pelatih.

Menurutnya, Diklat ini wajib untuk penyamaan persepsi. Bahkan, Ebin menegaskan aturan baru soal official.

“Ke depan, yang berhak menjadi official pesilat di setiap kejuaraan haruslah mereka yang telah memiliki lisensi Diklat Pelatih. Tidak bisa sembarangan,” tegas Ebin.

Memasuki materi inti sosialisasi, paparan disampaikan langsung oleh M. Mastur yang menjabat sebagai Wakil Ketua II Pengprov IPSI Jawa Timur yang juga mengantongi lisensi wasit Kelas 1 Internasional.

Di hadapan lebih dari 80 peserta, Mastur membedah tuntas poin-poin perubahan mendasar dalam peraturan pertandingan pencak silat 2026. Ia menyebut, ada tiga fokus utama perubahan yang disahkan dalam Munas PB IPSI.

Pertama, penekanan pada aspek keselamatan atlet. Penggunaan pelindung tubuh atau body protector kini diatur lebih ketat dan standar nilainya diperjelas untuk mengurangi cedera.

Kedua, perubahan sistem penilaian pada kategori tanding. Mastur menjelaskan, kini terdapat penegasan bobot nilai untuk serangan tangan dan kaki termasuk jatuhan yang masuk, menggunakan kaidah yang benar, serta pengetatan aturan terhadap pelanggaran yang berpotensi mencederai lawan.

“Aturan baru ini lebih fair dan lebih mengedepankan teknik silat yang bersih, bukan sekadar saling menjatuhkan. Ada penyesuaian durasi dan kriteria sah tidaknya bantingan termasuk pelanggaran-pelanggaran,” jelas Mastur.

Ketiga, penyempurnaan penilaian untuk kategori seni, baik tunggal, ganda, maupun regu. Gerakan, kemantapan, dan keselarasan dengan iringan kini memiliki indikator penilaian yang lebih terukur untuk menghindari subjektivitas juri.

Mastur menambahkan, semua perubahan ini bertujuan untuk membawa pencak silat Indonesia lebih siap bersaing di level internasional dengan aturan yang lebih modern, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Dengan digelarnya sosialisasi ini, IPSI Tulungagung membuktikan komitmennya untuk selalu selangkah lebih maju dalam menyiapkan SDM pertandingan yang profesional dan berlisensi. (Malik)

Penulis: MalikEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *