Jadikabar.id || Purwakarta – Ketapang alias Ketahanan Pangan selama ini hanya sekedar retorika aja dan banyak kalangan yang merasa di PHP dan kecewa sehingga mereka jadi trauma.
Beban tersebut bertambah lagi dengan biaya pupuk dan pestisida yang tinggi dan hasil panen yang tidak maksimal.
Menyikapi hal ini Agung Sedayu, AA, SE selaku Ketua Umum Yayasan Amal Soleh Waqaf Umat (Yaswu) dan Tim ahli Biota Group merasa terpanggil untuk terjun langsung ke grassroot (petani) di sekitar Pesantren langsung walau dengan anggaran terbatas.
“Sebelum memutuskan terjun langsung ke bawah (petani,peternak, pekebun dll) di sekitar Pesantren kami menyampaikan permasalahan ini ke bapak Menteri Pertanian, Gubernur Jawa Barat. Bupati Bogor, Walikota Depok hingga ke bapak Presiden. Namun hasilnya hanya sebatas pertemuan dan itu sudah lebih dari dua tahun lalu,” paparnya kepada awak media di sekretariat Media Center UMKM dan Ketahanan Pangan Indonesia Bangkit Yaswu Mekarjaya Purwakarta. (8/9/2026)
Melihat banyaknya keluhan dilapangan lewat Media Center UMKM dan Ketahanan Pangan Indonesia Bangkit yang didirikan 3 tahun lalu ini membuat waktu cukup lama untuk mengunjungi para petani dan peternak di wilayah Jawa Barat khususnya di wilayah Cibungbulang, Tapos, Ciawi, Cianjur, Cirebon, Tasikmalaya, dll.
“Tentunya ini memakan biaya besar, akhir nya 5 September 2026 kami putuskan untuk kolaborasi dengan Biota Grup untuk membantu program Roadshow Ketapang ini hingga tahun 2030,” jelasnya kepada awak media.
“Kegiatan ini kami support penuh mulai dari fasilitas kendaraan hingga produk lengkap,” tandas Hebron Sibarani selaku konsultan Organik Sertifikasi Kementan Biota Group yang ikut dalam program ini kepada awak media.
“Kami mulai di daerah Wanajaya dan Mekar jaya Purwakarta dengan program dahsyat kemitraan petani subsidi pupuk, pestisida fungisida organik hanya bayar 50 % sudah dapat fasilitas untuk 1 hektar lahan sawah,” tandas penggiat sosial Peduli Jawa Barat ini.
“Tentunya ini harus di buat SOP yang baik dan diawasi langsung oleh pihak Pesantren dengan tim ahli Biota Group,” pungkasnya lagi.
Kegiatan yang dihadiri Masri selaku ketua RT 03/RW 01 Wanajaya, Ardi, Katar Mekarjaya, Kang Feri selaku kordinator Pesantren Purwakarta dan Teh Era penggiat sosial/guru berlangsung hingga larut malam.
Inovasi Teknologi Organik ini bisa diterapkan di semua bidang selain pertanian juga bisa diterapkan di Peternakan, Perikanan, Perkebunan dan yang lainnya. Tiap Pesantren diberikan edukasi dan pelatihan Inovasi Teknologi Organik bersertifikat Nasional dan jadi bagian dakwah ekonomi kreatif pesantren yang nantinya bisa jadi nilai lebih pesantren kedepannya.
Bagi Gapoktan Pesantren/Majelis Taklim/Karang Taruna yang ingin dikunjungi tim Roadshow Ketapang (Ketahanan Pangan) bisa menghubungi Media Center UMKM dan Ketahanan Pangan Indonesia Bangkit Yaswu bisa menghubungi 08212364445 dengan ketik Minat Ketapang.
Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan Ketahanan Pangan yang sebenarnya. Semoga. (Agung SW













