Tim Metaverse ITN Malang Hadirkan Game Horor Roblox, Angkat Misteri Empat Mahasiswa

Tim Metaverse ITN Malang Hadirkan Game Horor Roblox, Angkat Misteri Empat Mahasiswa.

Malang, JadiKabar. Id– Kreativitas mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali mendapat panggung dalam rangkaian Gigantik 2026. Kali ini, Tim Metaverse dari Program Studi Teknik Informatika S-1 memperkenalkan karya digital bergenre horor berjudul Morveil: The Veil of Truth.

Game berbasis Roblox tersebut resmi diperkenalkan kepada mahasiswa baru Abhyasa 57 dalam agenda Abhyasa Student Talk yang berlangsung di Aula Kampus 1 ITN Malang, Senin (1/9) lalu.

Peluncuran Morveil menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana lingkungan kampus dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik. Karya tersebut sekaligus memperlihatkan potensi mahasiswa ITN Malang dalam mengembangkan teknologi berbasis 3D, virtual reality, hingga metaverse.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., memberikan apresiasi terhadap proses panjang yang dilakukan mahasiswa dalam menghasilkan game tersebut.

Menurutnya, Morveil dikerjakan secara serius selama kurang lebih tiga bulan. Selama proses tersebut, mahasiswa terlibat dalam berbagai tahapan, mulai penyusunan skenario, pembuatan karakter, hingga pengembangan model tiga dimensi.

“ITN Malang lewat Metaverse me-launching game baru buatan teman-teman Metaverse. Sangat effort sekali, 3 bulan mereka membangun, membuat skenario, 3D model, dan seterusnya. Ini merupakan game interaktif pertama berbasis 3D dan Virtual Reality buatan mahasiswa,” ujar Awan ketikan di konfirmasi pada Kamis (4/9/2026).

Ia menilai karya tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan teknologi virtual reality dan metaverse di lingkungan ITN Malang, khususnya melalui Program Studi Teknik Informatika.

“Artinya, ke depan ini menjadi potensi di ITN Malang khususnya di Teknik Informatika untuk mengembangkan teknologi Virtual Reality dan juga Metaverse,” imbuhnya.

Awan juga mengaku mengetahui secara langsung perkembangan proyek tersebut. Ia melihat bagaimana mahasiswa membangun karakter, menyusun model 3D, sekaligus merancang alur cerita permainan.

“Saya tahu bagaimana mereka memproses membangun karakter, 3D model, skenario. Saya tahu persis dan mereka anak-anak hebat, didampingi dosen yang luar biasa, Marcellino Sandro Mahardika, S.Ds., M.Ds.,” katanya.

Pengenalan Morveil di hadapan mahasiswa baru berlangsung meriah. Saat cuplikan permainan ditampilkan di layar aula, sejumlah mahasiswa baru spontan memberikan respons kaget ketika adegan horor dan jumpscare muncul.

Game tersebut dikembangkan dengan konsep permainan kooperatif. Pemain tidak menjalankan petualangan seorang diri, melainkan harus bekerja sama dalam kelompok yang terdiri dari empat orang.

Ketua Tim Metaverse ITN Malang, Muhamad Dimas Juliansyah, mengatakan ide pengembangan Morveil berangkat dari tingginya minat terhadap game horor di platform Roblox.

“Kami melihat game genre horor di Roblox lagi ramai, jadi kami coba menangkap tren itu tapi membawa konsep berbeda. Game ini wajib dimainkan 4 player secara kooperatif,” jelas Dimas.

Proyek tersebut melibatkan sekitar 20 mahasiswa yang terbagi ke dalam sejumlah bidang, di antaranya immersive engineering dan digital marketing.

Masing-masing anggota memiliki peran dalam proses produksi. Pengerjaan mencakup pembuatan concept art, pemodelan 3D, pemrograman, desain UI/UX, animasi, hingga penggarapan elemen audio dan visual.

Keunikan lain dari Morveil terletak pada latar cerita yang dekat dengan lingkungan kampus. Tim pengembang memasukkan Kampus 2 ITN Malang sebagai bagian dari prolog permainan.

Cerita berpusat pada empat mahasiswa yang berasal dari program studi berbeda, yakni Teknik Kimia, Informatika, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.

Keempat karakter tersebut memiliki hubungan pertemanan sekaligus menyimpan kisah masa lalu ketika masih berada di sekolah yang sama. Mereka kemudian kembali ke sekolah tersebut untuk mencari jawaban mengenai sebuah peristiwa misterius yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Dimas menjelaskan, nuansa masing-masing program studi juga ditampilkan dalam bagian awal permainan.

Karakter mahasiswa Informatika digambarkan dengan aktivitas pemrograman, sementara karakter dari Teknik Kimia beraktivitas di laboratorium. Konsep serupa juga diterapkan untuk karakter dari program studi lainnya.

Selain Morveil, Tim Metaverse ITN Malang turut mengembangkan peta digital Kampus 2 ITN Malang dalam platform Roblox melalui proyek bertajuk ITN Kampus 2 [REMAKE].

Morveil sendiri memiliki empat chapter dengan waktu bermain sekitar satu hingga dua jam. Game tersebut telah dapat dimainkan oleh masyarakat melalui platform Roblox. Pengenalan Morveil menjadi bagian dari rangkaian Abhyasa Student Talk yang tidak hanya menampilkan karya teknologi, tetapi juga menghadirkan cerita inspiratif dari mahasiswa ITN Malang yang telah menorehkan prestasi.

Sejumlah mahasiswa berprestasi turut berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru. Di antaranya M. Maulana Fadhilah dari Teknik Sipil yang menceritakan perjalanannya hingga mencapai final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2026.

Kemudian Dyonisius Dwi Sasmita dari Arsitektur yang berhasil meraih Juara 1 Gapura Kota Batu, serta Hanifah Nur Fadillah dari Teknik Industri yang berhasil memperoleh pendanaan P2MW dan KMI Expo melalui pengembangan bisnis Nasi Goreng Siram Kuah.

Deretan karya dan prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa baru untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan melalui organisasi, kompetisi, maupun proyek kreatif.

Dimas berharap Morveil dapat diterima oleh para pemain sekaligus menjadi contoh bagi mahasiswa baru bahwa ide kreatif dapat dikembangkan menjadi karya nyata.

“Harapan kami, game yang kami buat ini bisa ramai dimainkan, sekaligus memberi inspirasi buat adik-adik mahasiswa baru untuk berani berkarya dan bergabung ke organisasi kami (dan organisasi kampus pada umumnya),” pungkasnya.

.

Penulis: Irfan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *