BOGOR, JADIKABAR – Upaya memperkuat keterampilan dan wawasan teknologi di lingkungan pesantren terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pelatihan. Salah satunya berlangsung di Pesantren Riyadhul Huda, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam Workshop Nasional Seni, Budaya dan Keterampilan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow 1000 Spot yang digagas DPP Komunitas KDM Nusantara melalui Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM.
Inisiator kegiatan, Kang Widi, mengatakan program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan berbagai bentuk pemberdayaan sekaligus membuka akses peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren.
Hampir 300 peserta yang terdiri dari santri, santriwati dan para asatidz mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu materi yang mendapatkan perhatian cukup besar adalah pengenalan teknik elektro.
Sesi teknik elektro menghadirkan narasumber Ir. H. Andi Arman Al Hafizh. Materi disampaikan dengan pendekatan yang memungkinkan peserta mengenal lebih dekat berbagai persoalan yang berkaitan dengan kelistrikan dan teknologi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung.
Para santri dan santriwati bersama para asatidz tidak hanya bertanya mengenai arus listrik, tetapi juga mengangkat sejumlah persoalan teknologi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pertanyaan bahkan menyinggung persoalan penyadapan. Pertanyaan lainnya berkaitan dengan ketidakstabilan perangkat telepon seluler serta berbagai persoalan yang berhubungan dengan kelistrikan.
Interaksi tersebut membuat workshop tidak berjalan satu arah. Peserta mendapatkan ruang untuk menghubungkan materi dengan pengalaman dan persoalan yang mereka temui sehari-hari.
Tingginya antusiasme peserta kemudian memunculkan harapan agar kegiatan tidak berhenti pada workshop satu hari. Sejumlah peserta berharap tersedia pelatihan lanjutan, khususnya untuk keterampilan teknisi elektro.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari KH Badru Kamal Ma’mun, alumnus Ponpes Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya.
Ia melihat kegiatan pelatihan di lingkungan pesantren dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan dan keterampilan para santri.
“Upaya yang dilakukan oleh teman dan para mentor hari ini perlu kita apresiasi sebagai bagian dari dakwah Keilmuan,” papar KH Badru Kamal Ma’mun kepada peserta dan awak media.
Menurutnya, pengembangan SDM pesantren membutuhkan proses yang berkesinambungan. Kolaborasi antara komunitas, mentor dan lingkungan pesantren dinilai dapat menjadi salah satu cara memperluas akses terhadap pengetahuan praktis.
Sementara Kang Widi yang menjadi inisiator kegiatan sekaligus Ketua Yaswu menjelaskan, workshop tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan program Komunitas KDM Nusantara kepada lingkungan pesantren di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor.
“Tujuan diadakannya Workshop Nasional Seni Budaya dan Ketrampilan ini untuk mengenalkan program Komunitas KDM Nusantara di lingkungan Pesantren di Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor,” tegas Kang Widi.
Tidak hanya mendapatkan materi selama workshop, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah peluang pelatihan keterampilan yang ditawarkan Komunitas KDM Nusantara dan Yaswu.
Beberapa di antaranya berupa pelatihan barista yang ditujukan bagi santri dan guru, pelatihan digital jurnalistik, serta pelatihan teknisi elektro.
Program tersebut menjadi bagian dari gagasan pemberdayaan SDM melalui keterampilan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Dengan adanya pilihan pelatihan yang lebih beragam, lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan praktis bagi para santri.
Bagi Pesantren Riyadhul Huda Ciawi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat perkembangan teknologi dari perspektif yang lebih luas.
Workshop yang berlangsung dalam suasana sederhana tersebut membuka ruang bagi pengasuh pesantren untuk berdiskusi mengenai pentingnya kesiapan SDM menghadapi perubahan teknologi, khususnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan pesantren dengan komunitas dan para mentor yang memiliki perhatian terhadap pengembangan keterampilan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, program seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pelatihan lanjutan dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu santri memperoleh pengetahuan tambahan yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif.
Roadshow 1000 Spot yang menyambangi Pesantren Riyadhul Huda Ciawi pun menjadi salah satu upaya memperluas ruang pertemuan antara pendidikan pesantren, keterampilan dan perkembangan teknologi.
Harapannya, kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan SDM pesantren di masa mendatang.













