Sepi Peminat, Bus Trans Jatim Koridor 3 di Madyopuro Belum Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Dr. R. Widjaja Saleh Putra,

Malang, JadiKabar. Id– Kehadiran layanan transportasi publik Bus Trans Jatim Koridor 3 yang melintasi kawasan Madyopuro, Kota Malang, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan alternatif angkutan umum bagi masyarakat. Namun, keberadaan layanan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait tingkat keterisian penumpang yang dinilai belum optimal.

Berdasarkan pantauan di kawasan Madyopuro, aktivitas penumpang yang memanfaatkan layanan Bus Trans Jatim Koridor 3 terlihat belum begitu ramai. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana layanan transportasi tersebut telah dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Padahal, transportasi umum seperti Trans Jatim diharapkan mampu menjadi solusi mobilitas masyarakat. Selain menawarkan alternatif perjalanan, keberadaan bus ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi serta membantu menekan kepadatan lalu lintas.

Sepinya peminat tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola dan pemerintah. Sebab, keberhasilan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan armada dan jalur pelayanan, tetapi juga sejauh mana masyarakat merasa terbantu dengan akses, waktu operasional, tarif, serta kemudahan menjangkau titik pemberhentian.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang ketika di wawancara menjelaskan, implementasi peluncuran satu maupun dua akan dilakukan evaluasi. Dan perlu juga sampaikan, memang di berbagai media, dan itu surat sudah beredar pada kami, mungkin juga kepada Pak Walikota dan provinsi juga, ada desakan dari masyarakat untuk eh ditarik sampai Arjosari, jelas Dr. R. Widjaja Saleh Putra, pada Rabu (4/11/2026).

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan bahwa akan mendukung sepenuhnya keinginan masyarakat. Karena masyarakat inilah yang menjadi, pengguna jasa. Sebagai pengguna jasa utamanya, menjadi perhatian khusus sebagai pengambilan keputusan.

” Nanti ada pertemuan khusus bagi penggunaan jasa angkutan, keinginan dari mereka (pengguna eh pengguna jasa) ini ingin melakukan audiensi. Dan kami akan nanti liat posisinya kapan bisa kami lakukan audiensi dengan mereka”, tandasnya.

sejumlah faktor perlu menjadi perhatian, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, ketepatan jadwal keberangkatan, integrasi dengan angkutan lain, hingga keberadaan halte yang mudah dijangkau calon penumpang.

Karena itu, evaluasi terhadap operasional Bus Trans Jatim Koridor 3 di kawasan Madyopuro perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah dan pihak pengelola diharapkan dapat melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menyerap masukan dari masyarakat.

Jangan sampai fasilitas transportasi publik yang telah disediakan dengan dukungan anggaran pemerintah justru belum dimanfaatkan secara maksimal.

Optimalisasi layanan, peningkatan sosialisasi, serta penyesuaian kebutuhan perjalanan masyarakat menjadi langkah penting agar Bus Trans Jatim Koridor 3 benar-benar menjadi pilihan transportasi publik yang diminati warga.

Penulis: Irfan Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *